Tag

,

Tittle :  End Of My Life

Author : Pie Cherry

Main Cast : -Park Soo Ra (reader / author)

-Byun Baek Hyun

Genre : Romance,Sad Romance.

Rating : PG-13

Length : One Shoot

Note : hai ^^ huekekeke.. kali ini saya ingin membikiin FF ber-genre Sad Romance😄 sebelum anda membaca ini saya harapkan segera memutar lagu Sad Violin 3 atau Sad Violin 5 biar galaunya makin terasa😄 cari aja di Mbah Gugel atau Youtube terdekat X3 #digampar..sebenarnya ini adalah alur cerita yang ingin aku pakai di FF  One More Time ,tapi gak jadi,gak tau kenapa.. hehe ….maaf kalo rada-rada gaje.. oh iya, si reader ataupun authornya (saya) diceritakan sebagai Park Soo Ra nya disini . kekekek~ ^.^a okeh happy reading!

teaser : http://www.youtube.com/watch?v=vINFhvQ4CFs

~~Author/Pie Cherry POV~~

Gadis itu membuka matanya dengan perlahan,dia mendapati dirinya sedang terbaring.Tidak ada siapapun disini, hanya dirinya.Pintu itu perlahan terbuka, seorang wanita paruh baya memasuki kamarnya.

“kau sudah bangun Soo Ra?” tanya Wanita itu dengan lembut sambil mengelus pelan wajah anaknya,yang ditanya hanya tersenyum. Setelah beberapa menit terdiam, gadis itupun bangkit dari ranjangnya.

“yah.. tidurku nyenyak sekali..aku ingin bermain keluar sebentar”kata Soo Ra gembira, gadis itu mengambil sweaternya dan berlari kecil. “Eomma..aku keluar dulu ya”pamit gadis itu.Sang Ibu tersenyum kemudian mengangguk, walaupun ia terlihat cemas.

**

Soo Ra menarik nafas panjang,ia tersenyum lega.Ia berjalan menyusuri jalanan sempit di  taman kota dibelakang rumahnya, atau sebenarnya lebih tepat dibilang ‘hutan kota’ karena pohon sangat banyak hingga hampir membuat orang bisa tersesat. Menurutnya ini adalah tempat yang paling menyenangkan, takkan pernah bisa bikin bosan. Tapi ada juga yang berpendapat lain, dan berkata bahwa taman itu sangat membosankan, tak lain hanya melihat rumput-rumputan dan pohon-pohon yang berjajar rapi.

Tiba-tiba gadis itu mendengar suatu suara kucing yang terlihat lemah, ia mengangkatkan dagunya sedikit keatas. Seekor kucing telah terjebak di sebuah pohon yang tinggi, dan hewan itu seolah takut untuk turun.

Aigyo! Apa yang kau lakukan disana?”pekik Soo Ra melihat kucing manis itu tepat diatas pohon. Tanpa pikir panjang gadis itu segera mencoba menyelamatkan si kucing kecil itu, dengan cara yang mungkin sedikit aneh—meloncat hingga tangannya sanggup mengambil kucing itu—Soo Ra berhenti melakukan itu, ia melihat kesekeliling tidak ada seorangpun yang lewat, gadis itu mengembungkan pipinya dengan kesal. Disaat yang sedang sulit ini, tidak ada satupun orang yang dapat membantunya dan kucing itu.

“wah.. kucing ini memang selalu terjebak diatas pohon”gumam seorang lelaki dari arah belakang, tanpa pikir panjang ia langsung memanjat pohon dan mengambil kucing yang ‘selalu terjebak diatas pohon’ itu. Kegiatan manjat-memanjat pohon tadi berahir dengan sukses dan cukup membuat gadis itu tercengang.

“aku baru tahu jika kucing ini milikmu..”tawa Baekhyun, si lelaki yang tadi dengan tenangnya memanjat pohon yang lumayan tinggi itu. Soo ra masih mengerjapkan matanya dengan aneh, hingga tawa Baekhyun hilang.

“kau tidak apa-apa?”tanya Baekhyun akhirnya. Gadis itu tersenyum senang.

“OMO!! Tadi itu sungguh menakjubkan!!kau bisa memanjat pohon!!keren sekali!”pekik Soo Ra senang, cukup untuk membuat Baekhyun terkaget-kaget.

“hampir semua namja disini bisa melakukannya, kau tidak perlu bersikap seperti itu”tawa Baekhyun pelan. Soo ra membalasnya dengan ikut tertawa.

“boleh aku tahu ? namamu?”tanya Baekhyun setelah lama terdiam.

“Park Soo Ra..”sahut Soo Ra disaat ia sedang bermain dengan kucing yang tadi.

“senang berkenalan denganmu Soo Ra ssi” lembut Baekhyun membuat gadis itu berhenti, gadis itu mendelikkan matanya kearah lelaki itu “senang berkenalan denganmu juga…amm..”, “Byun Baekhyun..”jawab Baekhyun dengan mengerti. Gadis itu hanya tersenyum.

“kenapa kau ada ditaman ini Baekhyun ?”

Baekhyun melihat kesekeliling taman yang penuh dengan tanaman hijau.

“aku baru saja menginjakkan kaki di taman ini,sebelumnya aku tidak pernah tahu taman ini ada..”kata Baekhyun singkat. “dan kau?”tanya Baekhyun ahirnya.

“aku suka berada ditaman yang sepi ini..walaupun orang-orang jarang pergi kesini..”

Baekhyun mengangguk mengerti. “kenapa?”tanyanya.

“tidak tahu kenapa..”tawa Soo Ra pelan. Baekhyun melihat jam tangannya, ia sedikit terkejut “astaga!sudah saatnya aku pergi..!”ujarnya kaget. “aku harus pergi, sampai jumpa Soo Ra!”teriak Baekhyun sambil berlari meninggalkan gadis yang masih terbengong-bengong itu.

**Park Soo Ra POV**

Aku membuka pintu secara perlahan, kulihat ayah dan ibu sedang berbincang-bincang.Mereka sudah terlihat sedikit lega semenjak peristiwa itu. Setidaknya itu dapat membuat mereka sedikit lega. Aku juga senang.

onni? Kau sudah pulang?”tanya adikku, Park hyun Soo. Aku tersenyum sambil mengelus pelan rambutnya. “tentu saja..”pelanku.

Hyun Soo sudah bisa tersenyum melihatku setelah peristiwa itu.  Sangat senang jika melihat keluargaku kembali merasakan ketenangan.

**

Esoknya, aku pergi ke taman itu lagi.Terasa hangat, mendapati sinar matahari suatu hasil karya tuhan yang tidak ada satupun bisa menandinginya. Angin itu berhembus mengibarkan sebagian helai rambutku. Matahari telah berwarna jingga kemerah-merahan.

“kau disini lagi?”tanya seseorang yang duduk disampingku, dan aku baru tahu dia duduk disitu.

“Ba..Baekhyun?”

“haha..kenapa? kau kaget melihatku?”

Aku menggeleng cepat, aku masih sibuk mencerna apa yang kulihat saat ini.

“jangan-jangan kau membenciku karena aku datang kesini?”dengus Baekhyun,sekali lagi aku menggeleng cepat, wajahku memerah dengan suksesnya (?)

“aku kesini bukan melihat sunset, tapi karena akan melihat bintang..”tawa Baekhyun pelan, menurutku dia selalu membuat pernyataan yang membingungkan.

“bintang?”tanyaku.

“ya, aku tertarik kesini ketika melihat suasana yang sepi dan rindang cocok untuk melihat bintang dan menikmatinya, tidak seperti taman kota disana yang penuh dengan manusia-manusia..”

‘manusia-manusia’ ? aku pun tertawa. “kau kan juga manusia..”kataku.

“aku bukan manusia..aku ini si Guardian Star, mungkin sedikit kekanakan..tapi, disitulah sisiku yang sebenarnya..aku menyukai bintang,jika bintang tidak ada entah kenapa seolah duniaku hilang, tanpa ada penyemangat dalam kegelapan hidupku..”kata Baekhyun sepenuh hatinya, ia tersenyum hangat hingga menjalar kepikiranku.

“bolehkah aku ikut melihat bintang?”tanyaku serius. Baekhyun tersenyum dengan semangat “sure.. kapanpun..” .

Aku penasaran dengan bintang, seperti apa indahnya ia sehingga membuat lelaki ini begitu menyukainya.

**

Aku berjalan pelan melewati beberapa semak belukar, taman ini memang kurang terawat .Mataku sibuk mencari Baekhyun, si Guardian Star itu.Sejenak langkahku berhenti ketika melihat lelaki itu berbaring diatas rumput, ia tersenyum sambil memandang keatas sana, aku segera mendekatinya.

“kau sudah datang ya?” tanya Baekhyun tanpa sedikitpun memandang kearah lawan bicaranya itu. Aku hanya duduk tepat disampingnya, kulihat lelaki itu tersenyum melihat indahnya malam ini. Aku iri dengan senyumannya, dengan mudahnya ia tersenyum hangat dan lembut bahkan membuat aku terus terpaku melihat wajahnya.  “kau takkan konsentrasi jika melihat sambil duduk begitu..”kata Baekhyun mengejutkanku. Ya, aku mengerti apa yang ia maksud, tapi aku tak berharap lelaki itu menyadari bahwa aku baru saja terpaku memandangnya.

Kurentangkan badanku disamping lelaki itu, tentu saja jauh dari tubuhnya.

“tutup matamu..”perintah Baekhyun tiba-tiba, aku mendelikkan mataku padanya yang masih tersenyum itu “lekas lakukan..”katanya pelan, sambil menghembuskan nafas pelan aku segera menutup mataku secara perlahan, beberapa menit kemudian Baekhyun menyuruhku membuka mataku secara perlahan dan lambat.

Aku mengikuti sarannya, kubuka mataku secara perlahan selambat yang aku bisa . beribu cahaya indah bertaburan diatas langit yang gelap, bulan seolah ikut membantu menerangkan dunia yang gelap ini.  Sangat indah! Bintang berkelap-kelip menampakkan cahayanya seolah berharap kita akan segera menyentuhnya. Tiba-tiba tangan besar itu mengenggam tanganku dan mengangkatnya keatas , cukup membuat wajahku segera memanas.

“bayangkan kau dapat menyentuh bintang itu, pikirkanlah apa harapan terbesarmu kepadanya..”ujar Baekhyun pelan. Aku menarik nafas secara perlahan kemudian menutup mata dan memohon satu permintaan, entah kenapa aku bingung apa impian terbesarku.Karena merasa pusing memikirkan hal itu aku segera memandang lelaki yang terus tersenyum melihat bintang, seolah tak pernah bosan melihat bintang.

“kau akan kesini lagi, Baekhyun?”

Lelaki itu terdiam beberapa saat, ia seolah sibuk dalam urusannya. Ia melepas genggaman tanganku dan segera menutup matanya.

“tentu saja..” jawabnya sebagai penutupan pertemuan kami.

**

Malam selanjutnya aku kembali datang ketaman itu, sama seperti sebelumnya Baekhyun merebahkan badannya untuk menikmati indahnya bintang-bintang. Suara jangkrik dan hembusan malam yang dingin, bintang yang bercahaya bersama bulan , malam yang tenang sehingga aku dapat merasakan ketenangan ini.

“entah kapan aku bisa mengapai bintang.. dan jika aku bisa, aku takkan pernah kembali lagi kebumi..”ujar Baekhyun sambil tertawa, aku terdiam melihat bintang itu dengan tenang.

Tiba-tiba entah kenapa langit terasa semakin gelap, bintang-bintang seolah meredup begitu pula dengan bulan , awan hitam menutup semuanya dan membuat rintik-rintik hujan turun secara tiba-tiba . Baekhyun segera bangkit dan menarikku untuk berteduh disebuah tenda taman yang sudah penuh dengan tumbuhan yang menjalar lebat. Ketenangan itu perlahan hilang dan terganti oleh kegaduhan akibat hentakan hujan.

Kuratapi setiap rintik hujan yang turun, lampu taman seolah tak kuat menyinari gelapnya malam. Aku terdiam begitu pula dengan Baekhyun. Kupikir bintang sama sepertiku..

Yang selalu berahir dengan kegelapan dan menghasilkan kegaduhan..

**Byun Baekhyun POV**

Gadis itu terdiam sambil memegang erat lenganku, matanya tidak memancarkan ketenangan. Kulihat cairan bening berjatuhan dari pelupuk matanya, ia menangis.

“Soo Ra? Kenapa?”tanyaku cemas, gadis itu menangis dengan sedihnya.Cahaya lampu taman yang redup menyinari wajahnya.

“Soo Ra?”tanyaku kembali, gadis itu masih bergeming dengan tangisannya. Gadis ini seolah sedih tak dapat melihat bintang lagi.

“kau tidak perlu menangis.. kita bisa melihat bintang kapan saja..”kataku sambil mengelus pelan rambut panjangnya. Yeoja itu menggeleng pelan “tidak..dia pasti akan berahir sepertiku..selalu berahir menyedihkan..”isaknya. Aku terdiam.

Kulihat gadis itu masih menangis, air mata terus berjatuhan dari matanya.

“Soo Ra.. kau salah..”

Terlihat gadis itu terkejut, dan segera memandangku dengan bingung.

“walaupun awan menutupnya, dia bisa datang keesokan harinya..dia akan terus mencoba untuk hadir, walaupun cahayanya harus redup dan terhalangi oleh awan..”

Gadis itu berhenti menangis, mata coklatnya menatapku kemudian ia tersenyum dengan manis sambil mencoba mengatur nafasnya yang tadi digunakan untuk menangis. Wajahku sedikit memerah akibat senyumannya itu. Tunggu dulu, apa? Ada apa ini?

**

Kegiatan itu ahirnya terus berlanjut hingga kesetiap harinya, sudah hampir 2 minggu aku mengenal gadis yang manis itu, matanya yang besar selalu membuatku salah tingkah. Ia seolah sudah menutupi ruang hatiku yang gelap. Terkadang dia juga tidak datang, ia berkata bahwa ia mempunyai kegiatan yang penting ketika aku bertanya apa kegiatan itu dia hanya diam membisu.

“ternyata bintang itu tak pernah bosan dilihat..”ujar Soo Ra sambil tersenyum. Aku mengangguk setuju, Soo Ra kembali berbicara “orangtuaku pernah bilang..jika ada orang yang kau sayangi telah pergi.. dia akan menjadi bintang yang bercahaya ketika kau kesepian dimalam hari..”ujarnya dengan lembut. Aku terpaku melihat wajahnya, dia memandangku dengan bingung. “Baekhyun?”tanyanya bingung, aku segera mengalihkan pandanganku dengan malunya.

Gadis itu dengan mudahnya tersenyum geli, ia menyentuh tanganku dan menyuruhku untuk berdiri bersamanya. “Baekhyun, maukah kau berjanji? Jika suatu saat nanti kita akan pergi bersama-sama mengapai bintang disana?”tanya Soo Ra, ia mengangkat tanganku keatas sama seperti yang pernah aku lakukan padanya.

“tentu saja, kapanpun.. jika kau siap akupun siap..”kataku, suasana saat ini sangat indah.

“jika kau bisa, jangan tinggalkan aku..”

Aku memutar wajahku kearah Soo Ra, gadis itu tersenyum samar. Entah kenapa ia seolah tak ingin aku pergi.

**Park Soo Ra POV**

Aku bingung kenapa berkata sedemikian, diotakku penuh dengan perasaan yang menjanggal dan sangat susah ku terjemahkan. Tiba-tiba aku merasakan dekapan yang hangat, kulihat Baekhyun yang tinggi itu merangkul tangannya kebahuku dari arah belakang,ia menutup leherku dengan hangat hingga menjalar kewajahku. Ia tidak tersenyum seperti biasanya, ia hanya menundukkan wajahnya.

“kalau kita bisa..kalau kita dapat menggapai bintang yang indah itu, aku berjanji takkan pernah meninggalkanmu..”pelan Baekhyun, wajahku perlahan memerah.

“kalau kita bisa..kalau kita dapat menggapai bintang dilangit, aku berjanji takkan pernah membuat kau menangis..”lanjutnya.

“hari ini .. aku akan mengatakan impian terbesarku pada bintang..”

“a..apa?”tanyaku sedikit gugup.

“kalau aku akan selalu mencintaimu…”

**Author POV**

Mata itu segera terbelalak kaget, ia mencoba mencerna apa yang baru saja ia dengar. Hanya ada kesuyian dikeduanya, sibuk dengan pikirannya masing-masing. Keduanya baru menyadari, bahwa mereka baru saja merasakan arti  Cinta, seolah menghirup  udara yang tidak dapat dilihat tapi dapat dirasa.

Tiba-tiba Soo Ra melepas dekapannya, ia menangis.

“tidak bisa Baekhyun, kau tidak boleh mencintaiku!” seru Soo Ra ditengah tangisnya. Baekhyun membelalakkan matanya ketika mencerna kalimat tadi. “kenapa?”tanya Baekhyun dengan sedikit nada tinggi dikalimatnya tadi.

Soo Ra masih menangis, ia menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya.

“Kenapa Soo Ra?”tanya Baekhyun lagi masih dengan nada yang sama.

“kita takkan pernah bisa bersama!!”teriak Gadis itu kemudian berlari meninggalkan Baekhyun yang masih terdiam, lelaki itu mencoba mengatur nafasnya yang masih tidak beraturan, kemudian ia terduduk lemas. Dipandanginya langit malam ini, kemudian menutup matanya dengan pasrah.

**

Seminggu telah berlalu, Park Soo Ra tak pernah lagi datang ketaman itu baik pagi,siang,sore,maupun malam. Baekhyun merasakan kesepian yang amat mendalam, ia hanya datang ketaman ini ketika malam, ia tidak pernah tahu lagi bagaimana gadis itu sekarang. Dipandangnya rumah gadis itu yang tidak jauh dari taman ini, rumah itu seolah sepi dan tak berpenghuni.

“mungkin aku harus pergi melihatnya..”ujar Baekhyun pada dirinya sendiri. Ya, dia memang harus pergi melihat gadis itu.

Setelah berjalan menuju rumah Soo Ra, Baekhyun mengetuk pelan pintu rumah Soo Ra yang berwarna merah kecoklatan. Awalnya tidak ada sahutan, ketika ketukan kedua barulah pintu itu terbuka.

Seorang wanita paruh baya membuka pintu itu, ia terlihat bingung dengan wajah Baekhyun. “ada perlu apa?”tanya Wanita itu.

“ah..mi..mian..apakah Soo Ra ada dirumah?”tanya Baekhyun sedikit gugup.

Wanita itu sempat mengerutkan alisnya. “masuklah..”katanya singkat.

Baekhyun memasuki rumah yang besar itu, dilihatnya seorang anak perempuan kecil sedang bermain di ruang keluarga, yeoja itu mirip dengan Soo Ra. Tiba-tiba seorang laki-laki yang tak lain adalah ayahnya Soo Ra keluar dari dapur. Ia melihat Baekhyun dengan bingung.

“dia teman Soo Ra..”kata Wanita itu dengan ramah dan menyunggingkan senyum dibibirnya.Lelaki itu segera tersenyum ramah, dan menjabat tangan Baekhyun.

“kamu Byun Baekhyun?”tanya lelaki itu ramah. Baekhyun mengangguk pelan, entah dari mana lelaki itu tahu namanya.

“Anak kami sering menceritakan tentangmu..”kata istrinya dengan senyum yang masih familiar bagi Baekhyun, senyum yang sangat mirip dengan Soo Ra.

“ayo, pergilah kekamar Soo Ra.. tunggulah beberapa saat, kami akan menyiapkan teh untukmu..”kata lelaki itu.

“ma..maaf.. Soo Ra sedang dimana?”tanya Baekhyun bingung, keduanya saling berpadangan dan tak menjawab pertanyaan lelaki itu. “ayo lekas ke kamar Soo Ra..”seru ayah Soo Ra dengan ramah.

Baekhyun duduk dengan perasaan bimbang,matanya masih menerawang setiap benda-benda dikamar yang berdinding biru itu. Langit-langitnya diberi sebuah pewarna seperti warna bintang. Kamar yang berisi penuh warna biru itu terlihat tidak pernah disentuh lagi, seolah pemiliknya telah..

“maaf telah menunggu lama..”kata ayah Soo Ra, sedangkan ibunya menyodorkan secangkir teh itu pada Baekhyun.

Mereka pun duduk, awalnya hanya ada kesunyian tapi ayah Soo Ra segera membuka percakapan.

“kamu Byun Baekhyun bukan?”tanya ayah Soo Ra untuk kedua kalinya.Baekhyun mengangguk.

“terimalah..”kata wanita itu sambil menyodorkan sebuah Diary yang bertulisan ‘Park Soo Ra’. Baekhyun membuka tiap lembarnya, tiba-tiba Baekhyun terpaku melihat sebuah lembaran Diary yang sangat aneh baginya, hanya lembaran itu yang penuh dengan gambar bintang.

Dear Diary, 27 november 2012.

    Aku baru saja bertemu dengan seorang lelaki yang bernama Byun Baekhyun.

Kupikir dia tidak tertarik dengan taman ini, teryata dia juga menyukainya.

Dan satu lagi, dia juga menyukai bintang.

Dia mengaku dia adalah seorang ‘guardian star’. Itu memang lucu, tapi itu juga

Sangat keren bagiku.

Aku juga ingin ikut .. semoga aku daat mengetahui kenapa ia sangat menyukai

Bintang..

 

Baekhyun tersenyum membaca tulisan gadis itu, ia membuka beberapa lembar lagi. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang aneh ditulisan yang satu ini.

Dear Diary, 2 Desember 2012.

Aku sangat sedih, tuhan ingin aku kembali padanya. Dokter bilang umurku tak-

Kan bisa diperpanjang lagi, penyakit ini sudah menyebar keseluruh tubuhku.

Aku melihat ayah,ibu dan adikku menangis. Aku tidak ingin menangis,aku sung-

guh sedih melihat mereka. Hanya karena aku, mereka menangis.

Aku memang sama seperti bintang..

Tapi, Baekhyun berkata bahwa walaupun awan menutupnya, dia bisa data-

ng keesokan harinya..dia akan terus mencoba untuk hadir, walaupun

cahayanya harus redup dan terhalangi oleh awan..

ya, aku mungkin bisa mencoba seperti bintang..

Baekhyun menatap kedua orangtua Soo Ra dengan bermaksud meminta penjelasan. Ayahnya menghembuskan nafas pasrah.

“Soo Ra mengidap penyakit kanker 1 tahun yang lalu, dia berjuang dengan sepenuhnya agar bisa sembuh, hingga ahirnya dokter kambali mengatakan bahwa kankernya kembali tumbuh, badan gadis itu semakin lemah.. hingga suatu malam ia menangis, kami tidak tahu apa penyebabnya.. sampai ahirnya dokter mengatakan bahwa umurnya takkan berlangsung lama.. ia mencoba untuk tegar dan menyemangati kami bahwa tak perlu menangis hanya untuk dirinya.. ia berkata ‘ayah..ibu..park hyun soo..jangan menangis.. suatu saat nanti jika aku pergi, aku akan menjadi bintang untuk menemani kalian..jadi jangan menangis..’. ia juga meminta kami agar jika bertemu dengan seseorang lelaki bernama Baekhyun, Soo Ra ingin kami memberikan buku Diary ini untukmu… hingga keesokan harinya….dia telah menghembuskan nafas terahirnya..ia seolah pergi dengan damai..“

Badan Baekhyun seolah remuk mendengar penjelasan itu, setetes air mata yang bening itu jatuh dari matanya, lelaki itu menangis dengan perihnya. Selama ini, Soo Ra tidak pernah mengeluh apalgi menceritakan penyakit yang dideritanya itu. Ia mencoba untuk tetap seperti orang lainnya, ia mencoba untuk tersenyum seperti biasanya, walaupun ia harus pergi dari dunia ini.

Baekhyun membuka lembaran berikutnya, ternyata masih ada beberapa tulisan di lembaran kertas itu, kali ini penuh dengan gambar bintang dan bentuk hati.

Dear Diary, 5 Desember 2012.

Baekhyun menyukaiku..

Aku merasa amat senang..tapi, aku sudah menyadari dari awal kalau kami tak-

kan bisa bersama..,aku akan pergi dari dunia ini..aku tak mau dia ikut menangis

sama seperti keluargaku, aku ingin dia tetap mempertahankan senyumanya yang

hangat itu. Mungkin, jika dia sudah membaca tulisan ini,berarti aku sudah pergi..

Baekhyun, aku sungguh minta maaf..

Karena aku akan pergi lebih dahulu, kita tidak bisa menepati janji kita..

Tapi, teruskanlah impianmu sebagai ‘guardian star’ gapailah bintang..

Aku akan membantumu disini.. kau tahukan?aku sudah mejadi bintang sekarang..

Aku akan menemanimu disaat gelap, walaupun awan menghalangiku,tapi aku akan

Datang dikeesokan harinya, kau pernah mengatakan itu padaku bukan?

Jangan bersedih..

Gapailah bintang.. setinggi apapun..sejauh apapun.. angkat tanganmu keatas,

 impikanlah apa yang ingin kau impikan.

 aku juga sudah mempunyai impian besar,dan

Aku sudah mengatakannya pada bintang..

 

Bahwa aku juga mencintaimu..

Thanyou, for all you give for me..

Smile..

Laugh..

And love..

 

  Park Soo Ra..

 

 

The End..