Tag

, , , ,

 

 

Tittle : Dear Samantha <part 2>

Author : Pie Cherry

Main Cast :

–          Park Hyuna

–          Kim Sang Hyun

 

 

Genre : Romance,Horror/Mystery,School life,a little bit of comedy,sad Romance?

Rating : PG13+

length : chaptered (maybe) -_-

Plot : Park Hyuna,gadis yang kurang yakin dengan yang namanya ‘hantu’.Ia suka berangkat sekolah ketika pagi-pagi sekali, ahirnya ia bertemu Sang Hyun di sebuah ruang kesenian,mereka semakin akrab.Hingga ahirnya Hyuna mendapatkan surat milik kakeknya yang ditujukan untuk gadis bernama Samantha,Hyuna dan Sang Hyun mencoba mencari siapa gadis yang sebenarnya dicintai oleh kakek Samantha,Lee Sang Jae. Hingga mereka bertemu dengan Samantha,ternyata gadis itu adalah seorang………Ghost?

Note:  bwahahah, ini yang chapter ke 2 nya,😀 happy reading.. RCL yo~

 

 

**Author POV**

 

“siapa yang bikin surat ini?”Tanya Sang Hyun pada Hyuna.

Hyuna terdiam,ia melihat kertas ini dengan perasaan bimbang. Gadis itu masih mencerna isi surat ini. Gadis itu  tak percaya,ternyata…

 

“Sang Hyun.. Lee Sang Jae itu kakekku…”ujar Hyuna pelan.

Sang Hyun melebarkan matanya,ia kaget. “kakekmu?”Tanya Sang Hyun tak percaya.

“berarti surat ini sudah sangat lama….Nenekmu bernama Samantha bukan?”Tambah namja itu.

Hyuna menggeleng pelan, “nenekku tidak bernama Samantha..”

“apa?”

“ya,berarti kakekku mengirim surat ini dari seorang gadis yang berbeda..”

Mereka terdiam,semuanya terasa membingungkan.

“astaga..sudah jam segini.. ayo kita pulang,jangan sampai pagar ditutup..”pikir Sang Hyun.

**

Hyuna merebahkan badannya di ranjang,ia memandang langit-langit kamarnya yang berwarna putih. Ia segera mengambil surat lusuh itu dari ranselnya. Dibacanya perlahan,kemudian kembali menatap langit-langit kamarnya. “ya..ini memang kakek..tidak salah lagi..”pelan Hyuna.

Esoknya..

Hyuna menatap Sang Hyun kesal. Sang Hyun yang merasa dipelototi dari tadi memandang gadis itu dengan bingung “apa?”kalimat itulah yang pertama kali ia lemparkan kepada gadis itu. Hyuna menghembuskan nafas pasrah “oh..ayolah Sang Hyun..”pujuk Hyuna. “Aku kurang yakin tentang itu..”sahut Sang Hyun sambil menggerakkan telunjuknya,Hyuna mendecak kecewa.

“sekali ini saja.. yah?demi menuntaskan masalah kakekku ini..kurasa surat itu tidak dibaca oleh gadis yang bernama Samantha”

”Kau yakin?”Tanya Sang Hyun sambil mengelap biolanya dengan kain. Hyuna mengangguk pelan.Dapat didengar, Sang Hyun menghembuskan nafas pasrah.

“baiklah.. tapi sekali ini saja. Oke?”pikir Sang Hyun memperingatkan sedangkan Hyuna tertawa girang.

Tibalah mereka disebuah ruangan,itu adalah ruangan majelis guru.Sesungguhnya Sang Hyun palling enggan masuk ke ruangan ini. Mulai dari beberapa guru yang sudah lama mengajar disini,Hyuna menanyakan apakah mereka pernah bersekolah disekolah ini dulu.Setelah semua guru ditanya jawabannya hanya Nihil,sebenarnya ada guru yang pernah bersekolah disini.Tapi ia bukan angkatan pertama disekolah ini,padahal gadis itu berharap ada yang mengenal kakeknya dan juga gadis bernama Samantha?.

“apa aku bilang?”sambar Sang Hyun,sekarang Hyuna ingin sekali menonjok namja itu.

Tiba-tiba ponsel Hyuna berdering,lantas gadis itu langsung mengangkatnya.Terdengarlah suara serak disana,yaitu Bee Hee.Gadis itu sedang sakit flu,jadi tidak masuk sekolah hari ini,karena Bee Hee tidak ada tentu saja Hyuna meminta SangHyun untuk membantunya.

**

Sudah Sore,Hyuna masih belum beranjak dari kursinya.Matanya masih sibuk membaca atau lebih tepatnya mengulang isi surat dari kakeknya itu.Sempat terlintas dipikiran Sang Hyun bahwa ‘apa gadis itu tidak pusing membaca berulang kali?’

“hei..ayo kita pulang.”ajak Sang Hyun sambil menarik lengan baju gadis itu—itu karena dia malu—Namja itu tampak lelah.Hyuna segera mengikuti Sang Hyun. Tunggu dulu,gadis itu melupakan ranselnya.

“ah!!Sang Hyun! Aku lupa mengambil ranselku!”pekik Hyuna.

“dasar pabo..lekas ambil sana.”

Tapi,Hyuna masih terdiam memandang Sang Hyun.Sang Hyun yang mengerti segera berjalan kembali ke ruang kesenian.

“yasudahlah..ayo biar aku temani..”

 

Gadis itu memandang ke seluruh isi ruangan dengan bingung. Ia tidak menemukan ranselnya dari tadi,kemana?Menurut gadis itu , ia menaruh ranselnya tepat dimeja yang tadi ia duduki.Tapi sekarang ransel itu seolah—hilang?

“Sang Hyun,kau yang menyembunyikan ranselku?”Tanya Hyuna dengan posisi masih mencari-cari—menggeledah seisi ruangan.

”tentu saja ti…”

Tiba-tiba terdengar suara tangis yang nyaring terdengar ditelinga dua orang itu.Hyuna langsung mendekatkan dirinya pada Sang Hyun,atau lebih tepatnya bersembunyi.Mereka berjalan dengan perlahan,mencari suara tangis itu berada.Tepat didepan pintu mereka berdiri,saling merasa aneh.Entah kenapa sebuah kertas lusuh dengan pita merah yang menghiasinya seolah sudah lama ditaruh didepan pintu itu,Sang Hyun segera mengambilnya.Mereka segera membaca isinya.

Untuk Hyuna.

Jika kau mau ranselmu kembali.

Datanglah ke sekolah jam 7 malam nanti.

 

*Park Hyuna POV*

Apa?jam 7 malam?apa dia gila?.

“jangan pergi..”kata Sang Hyun,aku menggeleng tidak setuju. “tak mungkin aku kesekolah besok tanpa ransel!”sedihku.Terlintas dibenakku kalau aku harus pergi,Seolah dapat membaca pikiranku Sang Hyun menahanku. “hei!jam 7 itu sangat berbahaya bagi gadis seperti kau ini!”seru Sang Hyun “I don’t care!”teriakku sambil cemberut.Aku yakin namja itu menganggapku keras kepala.

**

06.55 P.M

Aku sedikit mengigil dengan udara malam.Mungkin karena sebentar lagi Winter akan datang.

“baiklah Park Hyuna!jika kau sudah bertemu dengan orang yang iseng itu,kau harus menonjoknya!”pekikku,yah mungkin saja menambah rasa beraniku dengan sekolah angker ini.

“dasar..sudah pasti kau takut!”ledek seseorang,dan aku tahu itu siapa.

“Sang Hyuuuuunnnn!!!”pekikku girang.”sudah kuduga kau pasti datang!”bentak Sang Hyun tiiba-tiba,aku terdiam. “ayo cepat..kalau aku bertemu dengan yang iseng denganmu,akan kutonjok dia!bikin repot saja!”seru Sang Hyun,sepertinya ia berpikiran yang sama denganku.Namja itu mengenggam tanganku dengan erat,sambil berjalan masuk.Aku sedikit kaget dengan genggaman namja itu,tapi genggamannya sungguh hangat.

Kami baru saja memasuki taman sekolah,perasaan mencekam sudah kurasa dari awal aku masuk.Sekolah yang hanya diterangi sedikit cahaya lampu yang hampir redup,Aku melihat setiap kelas yang sepi dan seolah hampir tak terlihat lagi isi dalamnya.

“aku tak yakin yang iseng itu mau berada disini lama-lama..”seruku pelan. Tiba-tiba suara aneh yang pernah kami dengar itu kembali terdengar.Suara tangis—kepedihan—yang sekarang kami dengar.Sekarang aku benar-benar takut,dan menambah erat genggamanku , Sang Hyun sedikit kaget “ke..kenapa kau?”Tanya Sang Hyun ketika melihat tangan kami bergenggaman,kulihat wajahnya yang memerah. “bodoh!yang duluan siapa?”bentakku,sedikit lucu juga kalau kami sampai salah paham seperti ini.

“Ah..Hyuna..ahirnya kau datang..”

Suara aneh—serak,dan terdengar lemah—itu  terdengar ditelingaku,seolah berbisik akan tetapi Sang Hyun juga dapat mendengarnya.Kami hanya bisa terdiam,tidak tahu harus berkata apa.

“Aku disini..”

Aku berpaling kebelakang,kulihatlah seorang gadis yang pernah aku liat itu—gadis yang pernah menunggu seseorang di taman sekolah—Ia tersenyum lemah,matanya yang hijau terlihat jelas oleh kami,sejenak Sang Hyun dan aku mundur beberapa langkah.

“jangan takut..aku takkan menakuti kalian..”

Menakuti?

“si..siapa kau?”Tanya Sang Hyun.Gadis bermata hijau itu tersenyum samar-samar,matanya seolah lelah dengan kehidupannya saat ini.

**Author POV**

Gadis bermata hijau itu segera mendekati keduanya,akan tetapi mereka tetap mencoba menjauh dari gadis itu.

“ini ransel milikmu,maaf akulah yang menyembunyikannya..jangan tonjok aku ya?” ujar gadis itu sambil tertawa dengan eksen kebarat-baratan,entah dari mana ia tahu Sang Hyun dan Hyuna pernah berkata seperti itu,keduanya saling pandang dengan bingungnya.

“hei..sudah kubilang..aku takkan menakuti kalian!”  seru gadis itu,entah kenapa angin berhembus dengan kencangnya.

“kau siapa?bisakah kamu menjelaskan lebih terperinci tentang kamu?kenapa kamu bisa menyembunyikan ranselku?”seru Hyuna.

Gadis bermata hijau itu tersenyum lega.

“namaku Samantha..aku adalah orang..em,maksudku penunggu yang ada disini..”

Serentak mata Sang Hyun dan Hyuna melebar. Penunggu?

“ya,aku sudah lama tinggal disini..kalian pasti tahu aku sangat kesepian.. aku tidak bisa pergi ke  alam ku dengan tenang jika sesuatu yang menjanggal hatiku belum bisa hilang..”pelan Gadis itu. Dada Hyuna seolah nyeri.

“apa itu?”Tanya Sang Hyun memberanikan diri untuk bertanya.

Gadis itu memandang Sang Hyun dengan lega,kemudian menghembuskan nafas pasrah.

“cinta..” ujarnya seakan berbisik.

Karena tidak ada satupun yang berkomentar,gadis itu melanjutkan.

“aku jatuh cinta dengan seseorang..selama ini aku menunggunya..tapi ia tidak datang juga..aku ingin penjelasan darinya,kenapa ia pergi.untuk itulah aku masih berada di sekolah ini.”

“be..begitu..”

ya,maaf kalau membuat kalian takut..”singkat gadis itu perih,ia menaruh pelan ransel milik Hyuna di lantai, kemudian mundur beberapa langkah.

“ambillah..aku takkan berbuat yang seram dengan kalian..karena tujuanku disini bukannlah itu..”pelan gadis itu,wajahnya terlihat sedih.

Hyuna segera mengambil ranselnya,ia mengangguk terimakasih pada gadis itu.

“sekarang pergilah..sebelum para roh atau penunggu di sekolah ini akan marah..”ujar gadis itu sambil pergi.

Hyuna menatap Sang Hyun.”ayo kita pulang”ajak Sang Hyun singkat,Hyuna menggeleng,ia melillhat kearah gadis itu,sayangnya gadis itu sudah tidak ada disana.

“tidakkah kau kasihan padanya?”bisik Hyuna di telinga Sang Hyun.Sang Hyun berfikir sejenak,ia mengangguk pelan

 

“tapi,lebih baik kita ikuti saran gadis itu,bukankah nanti roh disini akan marah?”bisik Sang Hyun.

**

Esoknya.

Hyuna melihat tembok ruang kesenian yang terlihat lusuh. “SangHyun..Tembok ini terlihat aneh menurutku..”seru Hyuna,Sang Hyun masih terlalu sibuk menghiraukan Hyuna,ia harus menyiapkan dirinya untuk perlombaan yang sudah ditunggunya,tepatnya besok.

Entah kenapa Hyuna teringat perkataan hantu gadis waktu itu.

“aku jatuh cinta dengan seseorang..selama ini aku menunggunya..tapi ia tidak datang juga..aku ingin penjelasan darinya,kenapa ia pergi.untuk itulah aku masih berada di sekolah ini.”

Mungkinkah..

“Yap! Aku sudah selesai!!ayo Hyuna..kita pulang,sepertinya aku takkan pergi kesekolah pagi-pagi lagi..”seru Sang Hyun sambil mengambil ransel dan kunci motornya.

“pulang?”Tanya Hyuna.

“iya..ayo lekas..”seru Sang Hyun membuka pintu dan melangkah pergi.

Hyuna memandang ruang kesenian,ia merasa sedih.

“mungkinkah aku akan kesepian jika ……”

 

**

Tibalah Perlombaan yang ditunggu oleh Sang Hyun dimulai,namja itu sedikit gugup dengan perlombaanya nanti.seorang Yeoja yaitu teman akrabnya sibuk menyemangatinya,dan menurut Sang Hyun itu sangat kekanakan.

 

Ketika pembawa acara memanggil nama Sang Hyun,namja itu seakan tersedak sesuatu kemudian menarik nafas panjang.Hyuna berteriak “Fighting!”.

 

Dan,sudah beberapa jam berlalu..perlombaan berakhir. Sang Hyun mendapatkan juara 2 dalam kontes itu (cepat amat ya? -.-) ,ia tertawa senang dengan bangganya,Hyuna tersenyum haru.

“Sang Hyun.. apa judul lagu yang tadi kau mainkan ?”Tanya Hyuna.

Sang Hyun berfikir sejenak, “em..Fur Elise..”pelan namja itu”aku baru tahu kalau lagu itu untuk dibuat untuk seorang yeoja..”tambahnya. Hyuna menatap namja itu dengan bingung.

“katanya,pencipta lagu ini yang bernama Bethoveen membuat sebuah lagu utuk gadis yang disukainya..tapi ada juga yang berpendapat lain..”seru Sang Hyun.

Terlintas di benak Hyuna sesuatu yang sebenarnya sudah terasa menjanggal dihatinya.

Surat itu..

Hyuna segera membongkar isi dalam tasnya,ia kemudian mengambil sebuah surat yang ia temui di ruang kesenian.Tertera nama gadis itu,Samantha.

“Sang Hyun!!! Nama gadis yang pernah kita ketemui itu si Samantha bukan?”pekik Hyuna.

“am..ya..kenapa?”

“surat ini ditujukan untuk gadis itu..”pelan Hyuna,matanya berkaca-kaca. “jadi,kakekku mengirimkan surat ini untuknya…perempuan itulah yang kakekku cintai selama ini..”ujar Hyuna.

“apa?”Tanya Sang Hyun seolah tidak percaya.

“kita harus ke sekolah.!”pikir Hyuna,Sang Hyun menggeleng tidak setuju,karena sebentar lagi akan gelap.

“ah.ayolah!”seru Hyuna sambil menarik Sang Hyun.