Tag

, ,

 Tittle : Dear Samantha

Author : Pie Cherry

Main Cast :

–          Park Hyuna

–          Kim Sang Hyun

 

 

Genre : Romance,Horror/Mystery,School life,a little bit of comedy,sad Romance?

Rating : PG13+

length : chaptered

Plot : Park Hyuna,gadis yang kurang yakin dengan yang namanya ‘hantu’.Ia suka berangkat sekolah ketika pagi-pagi sekali, ahirnya ia bertemu Sang Hyun di sebuah ruang kesenian,mereka semakin akrab.Hingga ahirnya Hyuna mendapatkan surat milik kakeknya yang ditujukan untuk gadis bernama Samantha,Hyuna dan Sang Hyun mencoba mencari siapa gadis yang sebenarnya dicintai oleh kakek Samantha,Lee Sang Jae. Hingga mereka bertemu dengan Samantha,ternyata gadis itu adalah seorang………Ghost?

Note:  hai! ^^ ini dia FanFic yang aneh bin ajaib yang aku bikin..(asli saya yang bikin) memang judulnya,authornya,main castnya,genrenya,bahkan yang bikin FF ini aja aneh..#buagghh  maaf kalo belum mengerti tentang fanfic aneh buatan saya ini -_-“ #sujud syukur,memang yang bikinnya baru pemula,mungkin juga kalian akan menemukan banyak kata bertulisan “itu”….. agak aneh memang -_- aku juga bingung harus meraplace seperti apa.:D :p oke, happy reading.. ^^ 

WARNING!! : jangan hiraukan tu editan fotonya :'(( gak usah dilihat aja kalau bisa >< itu cuma editan sembarangan.. kyhehehehhehe~

 

**Author POV**

Sekolah masih sepi,Park Hyuna melewati setiap kelas dengan perasaan yang santai,ia tidak menghiraukan suasana sekolahnya yang bisa membuat bulu kuduk berdiri.Perempuan itu hanya berjalan dengan santainya sambil menggunakan handsfreenya,ia tidak peduli dengan cerita aneh yang diceritakan temannya tentang sekolah yang sudah lama dibangun ini. Hyuna segera membuka pintu kelasnya dengan perlahan,kelasnya masih belum berpenghuni.Hyuna hanya diam sambil duduk memandang ke luar jendela.Terlihatlah taman sekolah yang basah akibat hujan yang turun,dari sini kita dapat melihat pepohonan yang rindang,indah dan…seram. Hyuna tak penah percaya tentang rumor yang beredar di sekolah ini,ia selalu berpikiran bahwa itu hanyalah tahayul belaka.

Tiba-tiba Hyuna melihat seorang perempuan yang  berdiri diatas atap sekolah yang jarang dikunjungi,perempuan itu menunduk untuk dapat melihat murid-murid yang baru datang ke Sekolah,anehnya ia tidak menggunakan payung disaat hujan yang lumayan deras ini,rambutnya yang coklat tergerai panjang..”apa yang sedang kau lihat Hyuna?”Tanya Bee Hee mengagetkan perempuan berambut hitam itu.

”ohh.. Bee Hee? Kau sudah datang?”Tanya Hyuna ahirnya.

“ya,hujannya deras sekali..”keluh Bee Hee.

Hyuna tak menghiraukan. Ia kembali ingin melihat perempuan itu,sayangnya perempuan itu sudah tidak ada disana. “apa yang kau lihat?”Tanya Bee Hee setelah tidak dihiraukan tadi.

“ng.. bukan apa-apa..”jawab Hyuna secepatnya.

 

**Park Hyuna POV**

Suasana sekolah hari ini tetap seperti biasa,tampak menyeramkan.Walaupun sekolah ini sudah diperbarui berulang kali,tapi masih meninggalkan bekas classic dan barang-barang lama dari awal gedung ini dibangun,aku yakin gedung ini pasti mempunyai suatu tempat yang tak terjangkau oleh pekerja bangunan yang bertugas memperbarui sekolah ini,bahkan siswanya sekalipun.Aku tak habis pikir kenapa sekolah ini terdengar angker bagi seluruh siswa bahkan guru sekalipun.

“jam berapa kau datang kesekolah tadi?”Tanya Bee Hee sambil mengunyah makanannya.

”habiskan dulu makananmu…”seruku. Bee Hee hanya mengangguk,

“mungkin jam 6 lewat..”ujarku asal-asalan,sebenarnya aku juga tidak tahu kapan aku pergi sekolah tadi,aku merasa sudah kewajiban untuk datang lebih pagi.

“kau ini aneh.. aku yakin ketika kau sampai di Sekolah semua orang pasti belum ada..dan aku yakin hanya penjaga sekolah yang ada.. kau tidak takut apa?kan orang-orang bilang kalau di sekolah ini……” , cepat-cepat aku memotong ucapan Bee Hee.

“kakekku bilang .. ..”

aku kembali teringat ketika Almarhum kakekku sedang duduk di teras rumah kami,ia menyesap tehnya dengan pelan.Waktu itu aku masih kelas 9 ,aku sangat senang saat mengetahui aku lulus uji dari SMA yang sekarang sudah menjadi sekolahku ini.Aku berdiri didepan kakekku sambil berteriak kegirangan,kakekku hanya tersenyum. Detik kemudian “apa kakekmu bilang..kau pasti lulus di sana..aku juga Alumni di sekolah itu..”pelan kakekku,aku terkejut kakekku pernah sekolah di sana. “kakek serius.. kakek angkatan keberapa?”tanyaku penasaran,kakek segera menaruh cangkirnya. “saat itu,sekolah itu adalah sekolah SMA pertama di kota kita..kakek lah salah satu Angkatan pertama di sekolah itu,kakek sangat senang bersekolah disana..kakek selalu datang lebih awal dari semua murid yang ada..hingga ahirnya kakek bertemu dengan seorang gadis yang manis…”.

Aku tertawa menggoda “pasti nenek kan??”tanyaku.

kakek hanya tersenyum kemudian menyesap tehnya lagi. “Hyuna..kakek sarankan,kamu harus datang kesekolah itu pagi-pagi..jangan sampai terlambat..”.

Aku bingung “kenapa kek?”tanyaku secepatnya. “jika kau datang pagi-pagi… kau mungkin akan seperti kakek…. Kau akan menemukan …….” Kakekku sempat terhenti,kemudian berbicara lagi.

”kau akan menemukan keajaiban yang tidak pernah kau duga..”ujar kakekku.

 

 

“keajaiban apa?”Tanya Bee Hee setelah mendengar semua yang aku jelaskan.Aku hanya menggeleng, “entahlah…aku juga tidak tahu..”jawabku pelan.

 

**

Esoknya..

Aku kembali pergi kesekolah,seperti biasa aku selalu datang lebih awal. Sambil mendengarkan Handsfree dan melakukan kegiatan sebelumnya.Tiba-tiba aku terdiam saat mendengar sebuah alunan biola,alunan itu berasal dari ruang kesenian.Aku merasa bingung,semenjak beberapa bulan aku sekolah disini,baru kali ini aku mengetahui ada seseorang yang datang pagi bahkan lebih awal dariku. Karena penasaran aku segera mendatangi ruang kesenian itu,kulihatlah seorang namja jangkung duduk sambil memainkan biola berwarna hitam kecoklatan.Namja itu bermain dengan semangat namun menghasilkan nada yang sedih,baru kali ini aku mendengar lagu itu,tiba-tiba namja tadi terhenti saat mengetahui aku sedang berdiri memandangnya, mata kami saling bertatapan,tapi itu tidak berlangsung lama.

Namja itu tampak terkejut dengan kehadiranku “apa yang sedang…”,ia tiba-tiba terbatuk.

“ah..mi..mian”seruku secepatnya,aku bingung untuk berkata apa.

“ne.. tidak apa-apa.. memang wajar jika kau heran mendengar bunyi biola yang ada pagi-pagi sekali di sekolah ini..”ujar namja yang suaranya serak itu.

Aku tertunduk “kau baru kali ini datang pagi-pagi?”tanyaku.

Namja itu terdiam “ya.. kau?”tanyanya,

”engg….aku…..sudah dari dulu..”jawabku.

Namja itu hanya terdiam,aku segera melihat jam “aku .. aku harus pergi…maaf kalau menganggu,,”jawabku sambil membuka pintu dan melangkahkan kaki.

“ah tunggu!!”teriak namja jangkung tadi,aku langsung membalikkan badanku,

 

“ne?”tanyaku.

“namaku Kim Sang Hyun.. namamu siapa?”Tanya Namja yang bernama Kim Sang Hyun itu,aku terdiam.

 

“Park Hyuna..”

 

**Kim Sang Hyun POV**

Aku terdiam di depan pintu,kemudian memandang keatas hingga tertera di atasnya ‘R.kesenian’,aku pun menggeser pintunya dan terdiam sejenak,baru kali ini kulihat suasana ruang kesenian yang sepi dan cukup menyeramkan,hehehe.Aku sengaja datang pagi-pagi karena ingin dapat leluasa bermain biola dan menghayati lagunya dengan baik,aku berharap dapat memenangkan lomba nanti,aku juga berharap flu dan batukku segera sembuh ketika aku akan berlomba nanti. Dan ahirnya aku duduk dan mulai memainkan Biola tersayangku ini,ketika mulai mengalun dan mengalun dan…

Tiba-tiba mataku terpusat kepada seorang gadis yang terpaku memandangku,menurutku dia sudah lama berdiri disana.Tentu saja aku terkejut,“apa yang sedang…”ujarku sambil terbatuk. “ah..ma..maafkan aku..”seru gadis itu secepatnya.

Aku tahu justru gadis itulah yang paling terkejut akan kehadiranku,“ya.. tidak apa-apa.. memang wajar jika kau heran mendengar bunyi biola yang ada pagi-pagi sekali di sekolah ini..”ujar ku pelan dengan suara serak.

“kau baru kali ini datang pagi-pagi?”Tanya gadis itu.

“ya.. kau?”tanyaku bingung.

”engg….aku…..sudah dari dulu..”jawab gadis itu ragu.Gadis yang aneh.

Kemudian, “aku .. aku harus pergi…maaf kalau menganggu,,”jawabnya sambil membuka pintu dan melangkahkan kaki.

“ah tunggu!!”teriakku ,aku bingung kenapa aku memanggilnya,

“ne?”ujar gadis itu

“namaku Kim Sang Hyun.. namamu siapa?”Tanyaku bingung,aku tidak tahu kenapa ingin mengetahui nama gadis itu.

Gadis itu tampak ragu,aku yakin dia memikirkan bahwa aku ini orang yang aneh.

 

“Park Hyuna..”ujar Park Hyuna si gadis yang memergokiku sedang bermain biola tadi.

Aku terdiam memandang gadis itu lekat-lekat,dia cukup cantik,maksudku dia cukup manis.

“kau bagus bermain biola..”ujarnya ragu “sungguh..”tambahnya pelan dan kemudian pergi.

 

**Park Hyuna POV**

Aku terdiam sambil memandang papan tulis yang penuh dengan tulisan dan rumus-rumus.Kulihat Bee Hee yang menguap,tampak ia bosan dengan pelajaran Matematika.Tiba-tiba mataku teralih pada seorang gadis yang berjalan melewati kelas kami,wajahnya tidak seperti orang Korea kebanyakan Ia berambut coklat pirang,dan memakai seragam yang sedikit beda dari seragam yang kukenakan,sepertinya ia berjalan dengan pikiran kosong.Tiba-tiba Gadis itu mengalihkan matanya padaku,aku tercekat,ia hanya tersenyum.Aku yakin gadis itu adalah gadis yang aku lihat semalam.

Pelajaran Matematika telah berakhir,mata Bee Hee tampak mengantuk,ya aku tahu dia benci pelajaran Matematika.Sesaat mataku melihat kembali gadis bermata hijau itu,ia duduk dibawah pohon rindang dengan teriknya matahari.Ia tampak mencari-cari seseorang,wajahnya tampak binggung,sejenak aku tertegun melihat gadis itu ia sama sekali tidak mempunyai teman. “apa yang kau lihat?”Tanya Bee Hee sambil meminum Milk Shake Stroberinya.

”gadis itu..”ujarku sambil menunjuk gadis yang masih mencari seseorang.

“hijau?”Tanya Bee Hee tidak mengerti.

Aku mengangguk cepat “ya! Matanya memang berwarna hijau..”.

Bee Hee terdiam “matanya tidak hijau..tapi daunnya yang hijau..”seru Bee Hee,ia kelihatan bodoh bagiku.

Aku memandang Bee Hee dengan jengkel, “yang kau tunjuk tadi pohon bukan?”Tanya Bee Hee membela dirinya.

”maksudku…”belum sempat aku melanjutkan ucapanku tiba-tiba Sang Hyun berjalan melewatiku dan Bee Hee,sekejap ia memandangku mata kami saling bertatapan,tapi itu tidak berlangsung lama setelah Bee Hee mengejutkanku. “ada apa?”tanyaku ahirnya,Bee Hee mengerutkan alisnya “siapa itu?”tanyanya. Aku hanya mengangkat bahu,aku bingung ingin mengatakan apa.

 

**

Bel berbunyi,kegiatan belajar mengajar telah berahir,setiap orang bersiap-siap untuk pulang kerumahnya masing-masing. Ketika kami berjalan melewati lorong sekolah,tiba-tiba aku dapat mendengar bunyi Biola yang mengalun pelan,aku tahu siapa yang bermain biola itu.

“aneh sekali,biasanya aku jarang mendengar bunyi biola..siapa yang memainkannya ya?

“entahlah..”ujarku sambil tersenyum.

Tiba-tiba Bee Hee kembali menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan senang“aku tak percaya..Ibuku sudah melahirkan,padahal kupikir masih ada waktu lagi..”ujar Bee Hee senang,waktu ketika kami menuruni tangga untuk pulang,ponsel Bee Hee berdering.Ternyata ibunya baru saja melahirkan anak yang ke 3,sebagai anak sulung Bee Hee harus menjaga adik barunya itu.

“lalu..apa yang akan kau lakukan sekarang?”tanyaku.

“aku harus ke Rumahsakit sekarang..!aku tidak sabar bertemu adik baruku..mungkin dia akan mirip denganku..”geram Bee Hee.

“aku harus ke toilet..”ujarku tiba-tiba.

“ah..biar aku temani..”pikir Bee Hee.

Aku cepat-cepat menolak “tidak perlu Bee Hee, kau harus bertemu adikmu dan ibumu.aku tidak apa-apa..lagi pula..sepertinya aku akan lama di toilet..”ujarku sambil memasang senyum lucu.

Bee Hee lalu tertawa,ia kemudian melambaikan tangannya sambil berlari “hati-hati!”teriaknya.

 

Setelah Bee Hee berlalu,aku kemudian berlari secepatnya ke Ruang Kesenian,alunan biola masih terdengar dikedua telingaku,aku membuka pintu itu dengan pelan seolah takut seseorang mendengarku masuk.Tiba-tiba alunan itu berhenti,aku terkejut melihat Sang Hyun telah berdiri tepat didepanku,ia mengernyitkan alisnya.

“kau lagi?”

tanyanya pelan aku sedikit tersinggung dengan pernyataan yang dia lontarkan padaku ‘kau lagi’?

“maafkan aku.. aku hanya…hanya..”,Sang Hyun segera memotong pembicaraan, “mau mendengarkan aku bermain?”tebak Sang Hyun seolah dapat membaca pikiranku,aku tersenyum paksa. “yah..tidak apa-apa..aku bisa mempunyai teman di sekolah yang aneh ini..”desah Sang Hyun pelan. “aneh?”tanyaku tak mengerti. Sang Hyun melihat biolanya,kemudian mengambilnya

“kau tidak tahu?sekolah ini kan….”

Cepat-cepat aku memotong pembicaraan “ya.ya aku tahu..”ujarku.

Sang Hyun hanya diam,ia memegang perutnya. “sebaiknya aku beli roti di kantin luar sekolah..”ujar Sang Hyun masih memegang perutnya. “kau tunggu disini..” ujarnya sambil memberi  aba-aba yang berarti—duduk saja disitu—. Sang Hyun pun pergi,aku hanya duduk terdiam di ruangan ini,harum melati tercium oleh hidungku.Entah sejak kapan bau itu hadir,baunya sangat menyengat sekali,tiba-tiba terdengar keras suara ketukan dari sebuah kaca besar yang tertutup kain dipojok ruangan,aku mendekatinya perlahan-lahan dan suaranya semakin membesar. Aku menarik pelan kain usang itu.

Melalui pantulan cermin aku dapat melihat seorang Gadis yang pernah aku temui itu berada tepat dibelakangku,ia memandangku dengan tatapan kosong sambil tersenyum pahit,aku terkejut,nafasku langsung tercekat,dada ku terasa hilang dan dingin.Gadis itu segera menyentuhku dan..

“ada apa?”

Aku berteriak keras,hingga membuat Sang Hyun terkejut,”hei..ada apa?”Tanya Sang Hyun kaget.Aku hanya terdiam dengan nafas yang pendek,aku sungguh terkejut.Mataku melebar ketika gadis itu tidak ada di sini lagi. “hei?ada apa?”Tanya Sang Hyun mengulangi ucapannya.Aku mencoba mengatur nafasku,Sang Hyun memberikan sebotol minuman kemasan padaku,aku segera meminumnya.

“katakan padaku apa yang terjadi?”pelan Sang Hyun sambil menatapku.

“aku..aku….”aku terdiam sejenak,sepertinya aku tidak bisa mengatakannya pada Sang Hyun sekarang apalagi di tempat ini,Sang Hyun pasti tidak akan percaya.

“lebih baik kau pulang saja..”ujar Sang Hyun sambil melihat jam tangannya.

Pulang?disaat aku sedang ketakutan seperti ini? dia ingin membunuhku apa?

“tentu saja aku antar..”sahut Sang Hyun seakan pandai membaca pikiranku,aku terdiam.Namja ini baru kukenal apa tidak apa?

“aku tak akan melakukan hal-hal yang aneh..trust me.”ujar Sang Hyun mantap.

Aku  hanya tertegun sambil memandang takut cermin itu,kemudian kembali beralih pada Sang Hyun.

“ne..gomawo..mian aku telah menganggu latihanmu”ujarku pelan,aku tak yakin Sang Hyun dapat mendengarnya.

“ya,tidak masalah..ayo kuantar..”

 

**Kim Sang Hyun POV**

Aku tak mengerti apa yang telah terjadi pada gadis itu,Hyuna tampak pucat dan nafasnya masih tidak beraturan. Selama di perjalanan dia hanya menunjukkan jalan menuju rumahnya selanjutnya dia hanya diam dibelakangku,ia tampak takut.

“em..Hyuna ssi..kau sudah sampai..”ujarku sambil menoleh ke belakang,Hyuna hanya diam sambil mengangguk.

“ah…go..gomawo..”ujar Hyuna singkat kemudian memasuki rumahnya meninggalkanku sendiri.

**

Esoknya..

16.27 PM

Aku menatap cermin besar yang masih tertutup kain yang sudah kotor dan berdebu. Cermin itulah yang membuat Hyuna terlihat lain saat itu. Ada apa sebenarnya?

Perlahan,aku mulai berjalan menuju cermin tua itu. Aku membuka perlahan kain lusuhnya dan..

Yang kulihat saat ini adalah cermin yang mulai kekuningan dan berdebu,bahkan pantulan wajahku tidak terlihat sedikitpun.

“Sang Hyun?!”pekik Hyuna tiba-tiba.

Aku tercekat dan melihat Hyuna berdiri di pintu sambil menatapku dengan heran dan takut?

“a..apa yang kau lakukan disana?”Tanya Hyuna cepat,suaranya tampak ketakutan.

“tidak ada apa-apa…aku cuma melihat cermin ini..”ungkapku sejujurnya.

“kau tidak apa-apa?”Tanya Hyuna,matanya masih memicing kesekeliling ruangan Kesenian.

“ne, tentu saja aku tidak apa-apa..”desahku pelan.

Dapatku lihat Hyuna menghembuskan nafas lega,ia pun segera memasuki ruangan.Entah kenapa gadis itu sudah tidak takut lagi,dasar aneh.

Aku tersenyum misterius,membuat Hyuna kaget dan bingung.

“kenapa kau melihatku seperti itu?”Tanya Hyuna sambil mengerutkan alisnya.

“entahlah..aku merasa kau lucu hari ini..”ujarku pelan.

Dapat kulihat Hyuna melipat tangannya sambil memandangku aneh, ia menginginkan pernyataan yang pasti.

“kau memang harus jadi ‘asisten’ku..”jawabku menahan tawa.Hyuna memang cocok jadi ‘asisten’ku sebagai pesuruh,tapi tentu saja aku bercanda.

“asistenmu? Apa?”Tanya Hyuna bingung setengah kaget.

“aku hanya bercanda..”sahutku ahirnya.

“candaanmu sangat tidak lucu..”

Aku tersenyum puas,sedangkan Hyuna mengembungkan pipinya.

“lebih baik kau….”Hyuna berhenti melanjutkan kalimatnya,ia memandangku sejenak kemudian memandang kea rah pintu.

“ada apa?”tanyaku.

“sstt!”desis Hyuna sambil menaruh telunjuknya dibibir mungilnya.Gadis itu perlahan berjalan kearah pintu,ia melekatkan telinganya dipintu.

“katakan padaku sekarang. Apa yang terjadi?”protesku segera.

“bodoh!apa kau tidak mendengar bunyi orang menangis?”

Aku terdiam,dan ahirnya melakukan hal yang sama dilakukan Hyuna.Gadis itu benar,suara tangis dapat kudengar melewati pintu ini.Tanpa pikir panjang Hyuna segera membuka pintu perlahan,dan segera keluar.

Mataku terbelalak kaget,tak seorang pun dapat kami lihat diluar bahkan suara tangis itu tiba-tiba hilang. Kulihat Hyuna memegang lenganku, ia tampak takut.

“ayo kita kesana..”ujarku sambil menunjuk kearah menuju tangga,dapat kulihat Hyuna menggeleng.Yasudah,lebih baik aku yang pergi melihat.Tiba-tiba gadis itu sgera menarik lengan bajuku.

“hati-hati…”ujarnya pelan.Aku hanya mengangguk.

Aku berjalan pelan dengan perlahan,kulihat tangga sekolah yang terlihat aneh.Entah kenapa tangga itu terlihat sudah dimakan usia.

“Sang Hyun? Ada apa?”Tanya Hyuna dari kejauhan.

“tidak ada apa-apa..”ujarku. “ayo kita ke ruang kesenian lagi..”tambahku.

**Park Hyuna POV**

Aku terduduk diam sambil menatap sepatuku,aku merasa amat takut.

“sudahlah..lupakan masalah tadi.”

Aku hanya mengangguk,Sang Hyun benar aku harus melupakan masalah tadi.Oke Hyuna! Lupakan!

Sambil mendengarkan Sang Hyun memainkan biolanya,aku melihat keseisi ruangan. Aku baru menyadari ruangan ini terlihat ‘tua’.

“apa ruangan ini tidak pernah direnovasi?”tanyaku setelah Sang Hyun berhenti memainkan biolanya.

“entahlah..kata orang ruangan ini tidak pernah direnovasi hanya beberapa yang direnovasi..”

“kenapa?”

Sang Hyun mengangkat bahunya “molla..”.

Aku berjalan keseisi ruangan,kecuali cermin besar yang menyeramkan itu.Kulihat setiap foto-foto yang terkesan tidak terurus,beberapa barang yang telah rusak. Dinding ruangan ini terlihat ingin roboh,debu-debu mengiasi ruangan.

Dapat kutemukan suatu kejanggalan pada dinding ini.Sebuah tulisan yang samar-samar terlihat akibat sinar matahari dari jendela,beberapa barang yang rusak hampir menutupi tulisan di dinding itu,aku tidak dapat membaca tulisan itu jika hanya melihatnya melalui celah yang ada,maka aku segera mengangkut beberapa barang untuk dapat melihat tulisan itu.

Dan dapat kulihat didinding itu terdapat sebuah pahatan aneh bertulisan..

open,and you will know’

Tulisan itu sudah tampak lama sekali,sedangkan dinding itu tampak sudah dirobek dan kembali direkatkan .Aku bingung kenapa didinding ini bertulisan ‘buka,dan kau akan tahu’.Apa aku harus membuka wallpaper yang menghiasi dinding ini?

Ya,aku harus..!

Perlahan aku menarik sebuah rekatan yang hampir terbuka itu.

“hei.. Apa yang kau lakukan?”Tanya Sang Hyun bingung,ia berhenti memainkan biolanya.

Aku tidak menjawab,aku masih sibuk merobek beberapa bagian dengan perlahan,setelah semua telah selesai,dapat kami lihat sebuah lubang yang lumayan kecil yang didalamnya terdapat sebuah kertas atau mungkin surat?. Aku terdiam penuh arti,sedangkan Sang Hyun mengambil kertas itu. Kertas itu sudah tampak lusuh.

“dear,Samantha?”Tanya Sang Hyun membaca tulisan yang tertera.Aku mangambil surat itu,dan membuka isinya.

 

 Dear,Samantha.

Maaf,aku tidak mengatakan padamu lebih awal.

Aku harus pergi menemui ibuku di Tsyonghu.Dia sakit keras.

Aku sangat berharap kau membaca suratku ini.

Aku tidak menikah dengan siapapun,aku hanya menyukai satu orang.Aku akan mengatakan itu pada ibuku,aku yakin dia pasti mengerti.

Aku akan pulang ketika perang sudah usai.

Maafkan aku,aku harus pergi.

Tapi ingat..

Dimanapun kau berada,kau selalu dihatiku.

Promise.

 

Saranghae..

 

Lee Sang Jae.

 

 

 

 

 

(Bersambung .__.v)kritik saran dan masukan, jangan lupa like and comment🙂