Tag

,

 Tittle : Dear Samantha

Author : Pie Cherry

Main Cast :

–          Park Hyuna

–          Kim Sang Hyun

Genre : Romance,Horror/Mystery,School life,a little bit of comedy,sad Romance?

Rating : PG13+

length : chaptered

Plot : Park Hyuna,gadis yang kurang yakin dengan yang namanya ‘hantu’.Ia suka berangkat sekolah ketika pagi-pagi sekali, ahirnya ia bertemu Sang Hyun di sebuah ruang kesenian,mereka semakin akrab.Hingga ahirnya Hyuna mendapatkan surat milik kakeknya yang ditujukan untuk gadis bernama Samantha,Hyuna dan Sang Hyun mencoba mencari siapa gadis yang sebenarnya dicintai oleh kakek Samantha,Lee Sang Jae. Hingga mereka bertemu dengan Samantha,ternyata gadis itu adalah seorang………Ghost?

Note:  bwahahah, ini yg endingnya😀 Happy reading😀

**Park Hyuna POV**

Kami berdiri tepat di gerbang sekolah,aku segera membukanya dengan perlahan.

“Hyuna..”panggil Sang Hyun tidak setuju.

“tidakkah kau kasihan melihat gadis itu harus menunggu setiap hari?”bentak Hyuna,Sang Hyun hanya diam,memang perkataan gadis itu benar.

“apa yang kalian lakukan disini?sudah gelap..”Samantha memecahkan suasana,ia memandang kami dengan sinis.

“ada yang ingin kami katakan padamu..”

“apa?”sambar Samantha dengan tidak senang,ia benci ketika ada orang yang mau ke sekolah senja begini,itu justru akan membahayakan mereka.

“siapa nama Namja yang kau tunggu sejak dulu?”Tanyaku.

Sejenak mata Samantha melebar,matanya yang dulunya berwarna hijau berubah menjadi keunguan,dia tampak ragu.

“na..namanya…Lee Sang Jae..”

Kini,mataku yang melebar begitu pula dengan Sang Hyun.

“Hyuna..apakah..”Tanya Sang Hyun meminta penjelasan.

“ya,itu kakekku..”pelan Hyuna alisnya berkerut samar.

“apa?dia … kakekmu…tidak mungkin!”bantah Samantha,aku segera memberikan surat yang aku temui waktu itu.

“apa itu?”Tanya Samantha,suaranya naik satu oktaf dari dulunya.

“bacalah..itu adalah surat yang kakekku berikan untukmu,kami menemukannya di ….tembok ruang kesenian..”

“bacakan untukku…aku tak bisa menyentuh surat itu..”seru Samantha seolah berbisik.

Akupun membacakan surat itu kepada Samantha secara perlahan,tidak terasa air bening berjatuhan di pipiku.Kulihat Samantha menangis,ia terduduk lemah.Kulitnya yang berwarna putih pucat bersinar akibat sinar bulan malam ini.

“bodoh..Sang Jae..kau bodoh..”isak Samantha,mungkin dia sudah merasa lega akan pertanggungjawaban dari Sang Jae,ia juga menyadari bahwa lelaki itu mencintainya,lelaki itu juga ingin bersamanya,akan tetapi waktulah yang memisahkan mereka.

“Samantha..”panggilku sedih,aku ingin mendekati gadis itu.Akan tetapi ditahan oleh Sang Hyun.

“sekarang aku bisa pergi ke alamku sekarang..”ujar Samantha dalam tangisnya.”tapi,bisakah kalian membantuku?”Tanya Samantha pelan.

Sang Hyun memandang Samantha bingung.

“tolong temukan jasadku..”

Sejenak aku melebarkan mataku.

**Kim Sang Hyun POV**

  “Apa?Jasad gadis itu?”pikirku dalam benakku.

“itu ada diruang kesenian kalian..aku tak bisa pulang jika jasadku tidak dikuburkan..aku ingin membawa jasadku,akan tetapi aku tidak bisa jika tidak ada manusia yang mengambilnya..”

Aku sejenak terdiam melihat ruang kesenian dengan lampu yang hampir redup.

“dimana kau taruh jasadmu?”Tanya Hyuna pada Samantha.

Samantha menunjuk sebuah tembok yang ditutupi oleh cermin tua yang besar yang pernah membuat Hyuna takut,semula aku cukup kaget karena didalam tembok itu terdapat sebuah jasad Samantha.

“kalian cukup merobek wallpaper nya..dinding itu hanya ditutupi oleh sedikit semen dan beberapa kayu..”pelan Samantha hampir terdengar lirih,gadis atau lebih tepatnya Hantu itu sudah tahu lebih awal dari kami.

Tanpa pikir panjang,aku dan Hyuna segera merobek Wallpapernya dan memecahkan semen yang sangat tipis,kemudian kami lihat beberapa kayu yang menghalangi sebuah ruangan,ternyata sekolah ini menyembunyikan sebuah ruangan tanpa menghancurkannya.Aku segera menarik beberapa kayu dengan tanganku,karena kayu itu sudah sangat lapuk mudah sekali untuk mencabutnya dari paku-paku besar.

Dan kami melihat sebuah ruangan tersembunyi yang belum pernah kami lihat,sebuah ruangan yang telah banyak debunya,beberapa kursi dan meja yang terlihat dimakan usia. Terdapat banyak tulisan,termasuk sebuah tulisan nama seseorang ‘Lee Sang Jae’ dan ‘Samantha’. Didalam ruangan itu ada sebuah lemari yang cukup besar,kulihat Samantha melihat lemari itu dengan khawatir.Aku membuka lemari itu dengan perlahan,kami melihat sebuah..

Aku segera menutup mulut Hyuna,Gadis itu hampir saja berteriak.Memang Perempuan lemah dengan yang seperti ini,tulang belulang Samantha yang masih utuh dengan balutan gaun  lama dengan renda-renda dan lengan yang mengembung sudah pasti itu adalah baju pada zaman dulu.Dileher nya masih terlilit seutas tali,ternyata Samantha mengahiri hidupnya dengan bunuh diri di sekolah ini.

Samantha mendekati tulang belulang miliknya,ia tersenyum dengan mata berkaca-kaca.Disentuhnya tengkorak itu dengan perlahan walaupun ia tahu tangannya tembus pandang—tidak dapat diraba—kemudian ia menyentuh bajunya.Ia menutup matanya sambil berlinangan air mata,sudah sekian tahun ia menunggu kini tibalah saatnya ia kembali dengan damai.

“Hyuna..Sang Hyun …Terimakasih banyak untuk kalian,aku tak tahu harus berapa lama lagi menunggu jika tidak ada kalian…”ujarnya,ia memandang Hyuna dengan lega.

“kau sangat mirip dengan kakekmu ketika muda..”bisiknya.

Samantha segera memasuki jasadnya,walaupun itu hanya tulang-belulang.Setidaknya,masalahnya didunia ini sudah berahir.

Sebuah cahaya terang menyilaukan mata keduanya,entah kenapa mereka seolah bermimpi yaitu sebuah Flash back  tentang cerita Lee Sang Jae dan Samantha.

**Author POV**

Cahaya aneh itu membawa Hyuna dan Sang Hyun dalam sebuah Flashback yang sangat mengharukan.

Flashback~

  Samantha memandang sekolahnya dengan perasaan jengkel,ia kemudian memandang ayahnya dengan kesal.

  “dad..apakah tidak ada sekolah lain disini?kenapa kita tidak di sekolah yang lebih bagus seperti di inggris,francis,dan lainnya?”Tanya Yeoja itu dengan bahasa inggris.

  “Samantha,kita harus membantu nenekmu di sini..perang masih berlanjut..ibumu kan orang sini..kamu harus bersosialisasi dengan orang yang satu rumpun dengan ibumu..”lanjut lelaki paruh baya itu,ia merasa sedih dengan anaknya.istrinya sudah meninggal akibat perang di Seoul,awalnya Adam bermaksud membawa istrinya ke Inggris,akan tetapi istrinya mati tertembak peluru nyasar.Ia hanya bisa membantu mertuanya yang sedang kesusahan dalam kondisi perang.Adam bertemu Istrinya ketika ia menjadi salah satu dokter di pelosok desa terpencil di Seoul,hingga lahirlah Samantha. Samantha lebih dominan berwajah seperti Adam yang orang Inggris,sedangkan senyumnya sangat mirip ibunya..

  “ayah!ayo kita masuk”pekik Samantha,Adam terlepas dari lamunannya. “ah .ya maafkan aku..ayo kita masuk..”ajak Adam pada anaknya.

Lelaki itu berharap anaknya dapat beradaptasi di sekolah ini,walaupun sekolah ini hanya mempunyai 3 kelas..

**

  “hei..kau siapa?”Tanya seorang anak berkepala botak,walaupun sebenarnya semua lelaki disini berkepala botak.

 “amm..My name..ah! namaku Samantha..”pelan Samantha,ia belum terbiasa memakai bahasa ibunya.

 “hei..hei semuanya! Liat! Ada anak berambut aneh disini!!”teriak lelaki itu pada Samantha,serentak murid-murid berlarian kearah gadis itu.Semua anak tertawa melihat rambut Samantha yang berwarna lain dari yang lainnya,bahkan ada juga yang mencemooh dan mengejeknya.

 “hei! Hentikan itu! Kalian membuatnya menangis!”teriak seorang lelaki sebaya dengan mereka.Tentu saja beberapa murid marah dan segera memukul lelaki itu,sampai guru datang.

 “Lee Sang Jae..kenapa berpakaianmu seperti itu?”(macam di sekolah modern aja -_-)

“saya habis..”

“keluar!dasar tidak tahu sopan santun!”usir guru itu,Sang Jae hanya bisa menuruti gurunya.

Beberapa anak tertawa pelan,sedangkan Samantha merasa bersalah.

 

Ketika pulangan..

 “kau tidak apa-apa?”Tanya Samantha melihat Lee Sang Jae yang terduduk lemas.

“sudahlah..kau tak usah melihat aku yang menyedihkan ini..”pelan Sang Jae,ia memegang luka lebam di pipinya,terdengar namja itu meringis pelan.Samantha mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap beberapa darah diwajah Sang Jae,sontak namja itu terkejut.

 “a..apa yang kau lakukan?”Tanya Sang Jae.

“menghilangkan darahmu..itu bisa infeksi..”ujar Samantha,sontak Sang Jae melepas tangan gadis itu dari pipinya.

“namamu siapa?”Tanya Samantha sama sekali tidak marah,justru ia berterimakasih pada namja itu.

“Sang Jae..Lee Sang Jae..”ujar Sang Jae lirih.

“thankyou very much Sang Jae,aku Samantha..”pelan Samantha senang.

“bahasa apa itu?”Tanya Sang Jae bingung dengan bahasa yang digunakan Samantha.

“itu bahasa ayahku,dia orang inggris..”tawa Samantha.

“ohh..begitu?”sahut Sang Jae.

“kita teman kan?”Tanya Samantha.

“apa?”

“kita teman kan??”

“ohh….mmmmmm….ya..mungkin..”

 

Sejak saat itulah Samantha dan Sang Jae berteman,mereka semakin akrab walaupun banyak teman yang membenci mereka.Hingga suatu hari,Samantha mengetahui bahwa ayahnya meninggal tertembak peluru nyasar akibat menyelamatkan neneknya,sayangnya neneknya juga ikut tertembak oleh para penjajah,Samantha bingung harus berkata apa saat ini dia hanya bisa menangis.Yeoja itu tidak tahu harus apa lagi,tak ada lagi orang yang menyayanginya.

  “jangan menangis Samantha!”teriak Sang Jae,ia memegang jemari gadis itu dengan erat. “karena aku masih disini…bersamamu..”pelan Sang Jae.Samantha memandang Sang Jae dengan haru. Namja itu mengecup kening gadis itu dengan pelan. Sang Jae menjaga gadis itu dengan sigap,ia tak ingin gadis itu juga seperti keluarganya yang lain.Sang Jae hanya tinggal sendiri di Seoul,ibunya berada di Tsyonghu.Walapun mereka tinggal bersama tetapi mereka tidak pernah melakukan hal yang tidak wajar (jangan pada yadong ya…  -__-)

**

 Setelah beberapa tahun berlalu,kini mereka berdua sudah berumur 18 tahun.Sang Jae mendapat berita buruk tentang ibunya,ibunya sakit keras di Tsyonghu. Ia merasa bimbang harus berbuat apa,apakah ia harus meninggalkan Samantha sendirian. Akhirnya Sang Jae segera membuat selembar surat untuk Samantha,ia menaruhnya di tembok sekolahnya dimana mereka sering bermain,ia berharap hanya Samantha yang menemukannya. Untuk itulah ia memahat tulisan “open,and you will know..”, aku yakin hanya Samanthalah yang mengerti bahasa ini di sekolah mereka.

 Dan Lee Sang Jae pun pergi..

**

Ternyata gadis itu tidak menemukan surat ataupun pahatan yang dibuat oleh Sang Jae,ia menanyakan dimana namja itu berada,tapi tidak ada satupun yang tahu.Bahkan ada yang berbohong kalau Lee Sang Jae akan menikah dengan gadis lain sehingga namja itu harus pergi.

 Dengan mudahnya Samantha memercayai bualan temannya itu,sehingga ia menangis sejadi-jadinya.Samantha merasa dikhianati oleh Sang Jae,ia ingiin mendapat penjelasan dari namja itu,yeoja itu juga ingin mengatakan bahwa dia menyukai lelaki itu,akan tetapi dia pergi entah kemana.

Karena merasa lelah menunggu lelaki itu datang,Samantha sudah putus asa ia tidak mempunyai teman seorangpun disini.Ia melihat tali yang berserakan di ruangan itu dan segera mengambilnya,mungkin jika dia bunuh diri semua permasalahannya akan hilang dan ia akan melupakan semua orang,termasuk Lee Sang Jae. Gadis itu merekatkan tali di sebuah lemari besar dan memasukinya,ia menutup pitunya dan gadis itu tidak pernah keluar lagi dari lemari itu untuk selamanya.

  **

Lee Sang Jae sudah pulang,ia merasa senang dapat bertemu Samantha lagi.Jika ia sudah bertemu gadis itu,ia akan segera memeluk wanita yang sangat dirindukannya ini.ketika dia berada di rumah Samantha,rumah itu kosong tak ada isinya.Berulang kali Sang Jae memanggil nama Samantha akan tetapi gadis itu tidak melihatkan sosoknya.

Sang Jae segera berlari ke sekolahnya,mungkin saja Samantha ada disitu.Ia menanyakan di mana Samantha berada,mereka hanya berkata “gadis aneh itu sudah pergi..atau mungkin sudah mati..”.Karena tidak percaya,Sang Jae terus mencari gadis itu dimanapun. Hingga ia merasa lelah mencari gadis itu selama 5 hari berturut-turut. Sang Jae menangis perih,ia terduduk pasrah,ia sudah kehilangan akal dan ahirnya kembali ke desa tempat ibunya berada.Lelaki itu masih berharap dapat bertemu dengan Samantha sampai ahir ajalnya nanti.

Hingga ia sudah mempunyai keluarga dan cucu,sampai di ujung umurnya ini,Gadis itu tak jua datang.Ia sudah pasrah dan berfikiran bahwa..

Samantha telah tiada.

Flashback end.

**

Keduanya terbangun ,ternyata mereka bermimpi tapi ataukah bernostalgia? Hyuna berlinangan air mata,sungguh kisah cinta kakeknya tidak seperti yang ia bayangkan.Sang Hyun segera memeluk gadis itu dengan perasaan sedih,ia juga dapat merasakan hal yang sama.

Begitu pahitnya kehidupan Sang Jae dan Samantha,mereka tidak pernah bertemu sampai aja menjemput mereka,tapi cinta mereka tetap abadi.

“Hyuna , ayo kita kuburkan Samantha..”pelan Sang Hyun ketika gadis itu sudah tidak menangis lagi,Hyuna mengangguk yakin, “kita kuburkan dia di samping kakekku..”ujar Hyuna.

Sang Hyun mengantar Hyuna pada sebuah pemakaman umum tempat Sang Jae dikuburkan.Disampingnya masih ada satu tanah kosong,dengan peralatan yang mereka bawa mereka segera melakukannya (Author : sereeem -__- . Hyuna dan Sang Hyun : diem gak lo! QAQ, Author : eh iya .__.”v)) mereka menguburkan tulang belulang Samantha tepat di samping kuburan Lee Sang Jae. Setidaknya,mereka dapat bersatu walaupun mereka telah tiada.

Dalam perjalanan,Hyuna sibuk mengelap air matanya yang berlinangan di pipinya.

“sudahlah Hyuna..jangan menangis terus ..”pelan Sang Hyun sambil meperlaju kendaraanya,sontak Hyuna terdorong.

“bodoh! Kau buat aku takut saja!!”bentak Hyuna,ia mengembungkan pipinya.Sang Hyun terkekeh pelan.

“hei Hyuna..”panggil Sang Hyun ahirnya.

“apa?!”sambar Hyuna kesal.

“kau tahu..aku sangat tidak mau mengulur waktuku seperti kakekmu..mungkin sebaiknya aku mengatakannya sekarang..”ujar Sang Hyun.

“maksudmu?”Tanya Hyuna bingung,Sang Hyun segera memberhentikan sepeda motornya.

“aku tak mau mengulur waktuku untuk mengatakan sesuatu pada orang yang aku cintai,aku tak mau seperti kakekmu..”

Hyuna hanya diam membisu..

“sebelum kita dipisahkan..sebelum ajal kita menjemput.. aku hanya ingin katakan satu hal untukmu..”pelan Sang Hyun sambil melihat bintang-bintang malam yang sangat indah.

“apa itu?”

“Saranghae….”pelan Sang Hyun sambil tersenyum samar.

Tak terasa air mata gadis itu berjatuhan,ia menangis bahagia.Ia memeluk erat Namja tu,ia berjanji takkan melepaskannya sampai ajal mereka menjemput.

Setidaknya,sebelum mereka pergi dari dunia ini.

The End.

RCL yo J :D