Tag

, , , , , , ,

Gambar

  • Tittle : HELP ME
  • Author : Pie Cherry
  • Main Cast :
    -Hwang Min Hyun
    -You as Park Soo Hee (OC)
    -Park Soo Ra (OC)
  • Another Cast :
    -Park Chanyeol
    -Byun Baekhyun
  • Genre : Horror, Mystery, Hurt.
  • Rating : PG-14
  • Length : double shoot.
  • N/A : annyeong! Kali ini aku pengen buat FF bergenre Horor xD keke~ walau masih pemula, yah moga kalian suka aja~  Min Hyun dan Baekyeol asli dari tuhan, sedangkan Park Soo Hee dan Park Soo Ra asli khayalan saya#plak  mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa aku gak pake Soo Ra sebagai pemeran utamanya? Yah, kali ini aku pengen soo ra jadi pemeran hantunya , kekek xD oke, happy reading aja :3

~Author POV~

Suara teriakan menggelegar membelah kesunyian malam ini, Soo Hee menatap kosong sosok gadis yang mirip dengannya, sangat mirip. Gadis itu melihat wajah kembarannya dengan perasaan yang bercampur aduk, senang, sedih, kecewa. Orang yang nomor satu baginya, kini tak pernah lagi mengenalnya. Soo Ra, gadis yang terkena kelainan jiwa itu meraung-raung layaknya seorang balita umur 2 tahunan, rambut acak-acakan miliknya hampir membuat orang tak percaya bahwa ia mempunyai saudara kembar identik  yang amat cantik.

“dokter, bolehkan aku mendekatinya?”Tanya Soo Hee pelan, namun matanya tetap mengacu pada Soo Ra, saudara kembarnya. Jung seok sang dokter kemudian menatap heran sosok gadis disampingnya, ia sedikit ragu namun ahirnya menyetujuinya.

Soo Hee maju dengan hati-hati, tangan kanannya mencoba menyentuh pundak kembarannya itu,sedangkan Soo Ra bergeming di sisinya. Mata mereka saling beradu, mata mereka sama-sama berwarna coklat tua, namun salah satu dari mereka tak mengingat kembarannya tersebut.

“Soo Ra..”panggil Soo Hee lembut , “ini aku Soo Hee..kembaran-“

“Siapa kau?!”potong Soo Ra kasar, ia melepas tangan Soo Hee dari tangannya.

Soo Hee sedikit terpukul, ia mencoba tersenyum walaupun terasa amat berat baginya.

“kau lupa denganku?”Soo Hee menahan nafasnya “aku itu kembaranmu..”

Soo Ra hanya terdiam, sosok kucel dan berantakan itu menggeleng tidak percaya. “Kau bukan Soo Hee!!”bantah Soo Ra kasar, bahkan tangannya ingin memukul Soo Hee dengan kasar, sontak Soo Hee menghindar.

“Soo Hee tak mungkin kau!”bantah  Soo Ra lagi, “kembaranku itu baik, tidak jahat!”tambahnya.

Soo Hee bergetar disisinya, “Soo Ra..”panggil Soo Hee dengan berat.

“KELUAR!!!”teriak Soo Ra kasar, “kalian semua jahat!!”perih gadis itu, air mata mulai bembasahi pipinya yang kurus. Dan gadis itu kembali meraung-raung dengan dahsyat, air mata terus bercucuran membuat kedua bola matanya memerah. Tanpa pikir panjang Soo Ra melempar seluruh benda yang berada dekat darinya, berteriak kepada kedua manusia didepannya.

“Soo-“baru saja Soo Hee ingin menenangkan kembarannya itu, akan tetapi Jung Seok menarik keras badan gadis itu yang hampir tertimpa gelas kaca dari kembarannya sendiri. Dokter itu segera menutup pintu dan menguncinya.

Barulah saat itu Soo Hee menangis, tubuhnya masih bergetar.

“kau bukan Soo Hee!!”

Kalimat itu terus bergema ditelinga Soo Hee, segitu parahnya kah Soo Ra hingga tak menganggap kembarannya sendiri .

“begitulah kondisi nak Soo Ra saat ini, kami masih belum bisa melakukan apa-apa”kata dokter Jung Seok sambil memandang Soo Ra dari luar ruangan melalui jendela kaca yang besar.

Soo Hee bergeming dalam tangisannya. Masih terlalu berat untuk berkata-kata, gadis itu sangat terpukul melihat saudara kembarnya sendiri.

Semuanya berawal dari kisah hidup mereka yang sangat damai. Park Soo Hee dan Park Soo Ra adalah saudara kembar identik yang takkan pernah terpisahkan, hidup bersama orangtua yang sangat perhatian dan peduli dengan mereka, ibu yang menjadi seorang perawat rumah sakit dan ayah yang menjadi Dokter spesialis kejiwaan. Hingga suatu saat, Soo Hee mendapatkan beasiswa keluar kota, ia harus meninggalkan keluarganya. Hingga ahirnya Ibu mereka meninggal kemudian dilanjutkan oleh kematian sang ayah yang tidak diketahui penyebabnya. Mungkin itulah penyebab Soo Ra mendapatkan tekanan batin yang sangat dalam hingga ia menjadi sekarang.

Kini, mereka hanya hidup berdua namun dalam keadaan yang berbeda. Soo Ra harus dikurung dalam rumah sakit jiwa. Soo Hee tak pernah percaya bahwa Soo Ra bisa mendapati kelainan jiwa seperti itu, menurutnya dulu Soo Ra adalah gadis yang ceria, dan sangat sabar dalam menghadapi sesuatu, bahkan Soo Hee sangat cengeng dibandingkan dengan Soo Ra. Untuk itulah Soo Hee mencoba bekerja dan membiayai rumah sakit Soo Ra, hanya Soo Ra-lah keluarga terahirnya.

“Soo Ra..”panggil Soo Hee ditengah tangisnya, ia kemudian pamit dengan sang dokter dan pergi meninggalkan rumah sakit ini.

Soo Hee menancap gas mobilnya dengan cepat, dengan perasaan campur aduk yang dilampiaskan oleh mobil pribadinya. Air mata masih berlinangan membasahi pipinya, semakin Soo Hee mengingat kata-kata Soo Ra tadi air mata gadis itu semakin deras mengalir.

Gadis itu sampai di Flat miliknya, ia membuka pintu itu dengan tergesa-gesa, berharap orang tak menyadari bahwa ia sedang menangis.

‘brak’

Soo Hee terduduk lemas, ia mengelap pelan pipinya dari air mata yang mulai mengering. Ia mencoba menghirup udara dengan perlahan setelah merasakan bahwa ia terlalu lama menahan nafasnya karena menangis. Tiba-tiba ponselnya berdering, gadis itu mengangkatnya dengan lambat.

Annyeong Soo Hee!”terdengar nada ceria diujung sana, suara Baekhyun membuat mata gadis itu sedikit terbuka.

Annyeong..”jawab Soo Hee ditengah isaknya, padahal gadis itu mencoba agar Baekhyun tidak mengetahui ia sedang menangis.

“kau menangis lagi?”tanya orang disana, Soo Hee tersenyum hambar. “aniyo..”sahut Soo Hee pada sahabat karibnya itu. “gotjimal..(bohong) jelas-jelas aku mendengar kau menangis”bantah Baekhyun serius.

“bagaimana kabar ‘dia’?”tanya Baekhyun dengan sangat hati-hati, awalnya hanya ada diam diantara keduanya, namun ahirnya Soo Hee menjawabnya. “dia bahkan tak percaya bahwa aku adalah kembarannya”perih gadis itu, dan air mata kembali berjatuhan dari pelupuk mata indahnya.

“…” Baekhyun hanya diam membiarkan gadis itu menangis, terlalu tidak baik menurutnya jika ia menyuruh gadis itu untuk tidak diam, karena wajar saja jika seorang wanita menangis disaat wanita itu harus menempuh cobaan yang berat.

“aku bahkan tidak percaya bahwa Soo Ra bisa seperti itu..”isak Soo Hee dalam, rasa kesalnya ia tumpahkan pada ponselnya dengan mencengkram ponsel itu kuat-kuat.

“tidakkah kau berfikir jika gadis itu-“ Soo Hee berhenti melanjutkan kalimatnya, Baekhyun tampak bingung diujung sana. Soo Hee segera beranjak dari lantai dan segera mengobrak-abrik isi lemari di kamarnya, dengan tergesa-gesa gadis itu mengeluarkan satu persatu surat—yang sudah terlihat lama—dari isinya tanpa menghiraukan lelaki yang sedang memanggilnya di telepon.

“soo hee?” tanya lelaki di sisi dan tempat yang berbeda.

“…Baekhyun”panggil Soo Hee lemah.

“ne?”

“kurasa.. kita butuh detektif untuk memecahkan semuanya”

Baekhyun mengangkat alisnya dengan heran “maksudmu?”

“menurutku, surat ini sangat aneh..”

“surat apa?”

“surat dari Soo Ra ketika dia masih tinggal di desa bersama eomma dan appa”

Baekhyun terdiam, beberapa pertanyaan masih terlintas dibenaknya, tapi ia mencoba untuk tidak bertanya.

“bawakan surat itu besok, kita akan bicarakan ini dengan Chanyeol”

**

Chanyeol menatap heran keduanya, Soo Hee dan Baekhyun sibuk membaca surat-surat yang terlihat lama tanpa menghiraukan temannya yang sedang bingung melihat mereka. Chanyeol menatap kesekitar, lalu menghembuskan nafas pelan. Kedua sahabatnya itu memaksa ia untuk datang ke café ini secepat mungkin dengan alasan ‘kami membutuhkanmu’ , dan ahirnya ia malah ditidakhiraukan oleh keduanya.

“baiklah, katakan sebelum aku pergi dari sini”protes lelaki itu, keduanya pun tersadar dan segera tertawa hambar.

“mianhae Chanyeol-ah”tawa Soo Hee pelan. “kau polisi bukan?”tambahnya.

Chanyeol mengusap kepalanya dengan pelan, “jadi apa gunanya aku kerja jika sahabatku sendiri lupa aku kerja apa”, Baekhyun dan Soo Hee tertawa “tidak, hanya bercanda” tukas Baekhyun secepatnya.

“ne, aku bukan orang yang mudah tersinggung, jadi.. apa yang kalian butuhkan dariku?”

Raut wajah Soo Hee berubah 90 derajat dari awalnya. Ia kemudian menyodorkan beberapa surat usang tadi kepada Chanyeol.

“aku ingin kau..memecahkan masalahku dengan kembaranku ini”

Chanyeol terdiam, kepalanya mulai terlintas bahwa ia baru sadar Soo Hee punya kembaran dan sayangnya ia lupa. “Soo Ra? Bagaimana kabarnya? Masih di tinggal di desa?”tanya Chanyeol serius. Soo Hee menggeleng sedih.

“1 tahun yang lalu..ketika orang tua kami meninggal, dia terkena kelainan jiwa” mata Chanyeol melebar, ia terkejut. Bukankah Soo Ra adalah kembaran Soo Hee yang paling tegar dan paling sabar.

“waeyo?”tanya Chanyeol sedih, ia tak percaya soo ra yang ceria itu bisa menjadi seperti itu.

“untuk itulah..aku butuh bantuanmu untuk menjawab semuanya, aku menyadarinya setelah membaca surat-surat yang ia kirimkan dari desa dulu”

Chanyeol segera membaca semua surat itu, dengan perlahan dan pasti.

  2 maret 2011

     Bagaimana kabarmu Soo Hee? Aku harap kau baik-baik saja. Tak terasa

    Sudah 2 bulan kau meninggalkan desa. Kau tahu? Aku sungguh kesepian.

    Ayah dan ibu mempunyai teman seorang namja, sepertinya namja itu

   membenciku.

       Hwaiting ne !

Soo Ra~

–____________________________________________________________

  10 Agustus 2011

   Mianhae! Mianhae! Aku baru membalas suratmu sekarang, aku banyak tugas disini.

  Juga banyak pikiran. Ibu sakit keras disini, tenang kau tak perlu cemas. Aku ada untuk ibu.

 Tapi, kenapa appa masih berteman dengan namja itu? Menurutku namja itu sangat menyebalkan.

 Aku harap kau masih tetap sehat dan tidak perlu memikirkan masalah tadi, aku itu tidak takut dengan dokter manapun . hwaiting!

 

Soo ra (p.s : kau juga harus hati-hati!)

Chanyeol mendongak menatap Soo Hee lurus-lurus. “kau membalas surat ini bukan?”tanyanya.

“ne, tapi dia tidak pernah menjawab pertanyaanku, aku sering menanyakan maksud dari suratnya tapi ia tak pernah menjelaskan” kata SooHee Baekhyun dan Chanyeol terdiam kemudian sibuk membaca surat itu kembali.

 

 27 agustus 2011

   Bagaimana kabarmu Soo Ra? Aku harap kau tidak terlalu terpuruk atas kematian eomma.

   Setiap mahkluk di dunia ini memang ada saat untuk meninggalkan dunia, begitu pula dengan 

    Eomma bukan? Jangan sedih lagi ya. Hwaiting! Aku tidak tahu kenapa aku begitu kesepian     dan begitu marah dengan namja teman appa itu, ia menyebalkan! Ia memandangku dengan perasaan jijik. Tapi aneh sekali, semalam aku bertemu dengan namja yang pertama kali aku temui di desa, ia sepertinya bukan anak desa sini. Orangnya sangat dingin, namun ia sempat membuatku sedikit aneh tadi. Kau tahu, senyumannya itu sangat sulit aku jelaskan.

  Sampai jumpa ketika liburan nanti!

 

Soo ra.

Chanyeol menggaruk kepalanya walau tidak merasa gatal, sedikit heran dengan isi surat yang sangat aneh ini, Soo Ra tak pernah  mau menjelaskan siapa namja teman ayahnya tersebut bahkan tidak memberitahukan namanya.

Sudah cukup lama Chanyeol terdiam, ahirnya ia membuka mulutnya juga.

“bagaimana jika, aku panggilkan Min Hyun?”

“siapa dia?” tanya Baekhyun balik.

“detektif, temanku”

++Min Hyun POV++

Kuhirup udara dengan lemas, kemudian terbaring di sofa berlengan itu. Pekerjaan menjadi seorang detektif memang melelahkan. Namun aku tetap senang mengerjakannya, begitu pula dengan kasus di ..

Tiba-tiba ponselku berdering dengan keras, sedikit malas untuk mengangkatnya tapi ahirnya kuangkat juga.

yoboseyo?”

“Min Hyun-ah!!”teriak diujung sana, segera kujauhkan ponsel itu dari telingaku sebelum suara Chanyeol hyung memecahkan gendang telingaku.

ne,hyung? Jangan membiasakan teriak seperti itu ketika menelepon orang”protesku dengan pelan, karena bagiku protes dengan marah-marah sama saja membuatku kesal sendiri.

“mianhae.. kau sedang apa? Kau tahu tadi malam film di televisi sangat seru!”

“sudahlah Hyung.. kau bisa menjelaskan sesuatu padaku tanpa harus berbasa-basi seperti itu”tawaku pelan, chanyeol ikut tertawa.

“aku ingin kau memecahkan kasus dari sahabatku..”

“apa itu?”

“sebaiknya kau segera datang ke Café dekat kantor kita”

“ne, tunggulah disana..”

Kuambil jaket tebalku tidak lupa kunci mobil, dadaku terasa nyeri hari ini. Biasanya itu menandakan kasus ini sangat sulit kupecahkan.

Di café.

Kulihat wajah Chanyeol yang tak asing lagi, memang wajah namja itu tak pernah membuat orang bingung mengingatnya. Segera kulambaikan tanganku, chanyeol membalasnya dan menyuruhku untuk segera duduk dimeja yang tidak hanya dihuni olehnya tapi ada seorang yeoja dan namja disitu, entah kenapa yeoja itu terlihat familiar bagiku.

Aku segera membungkuk pada mereka, lalu segera duduk disamping Chanyeol hyung.

“perkenalkan detektif hebat ini, Min Hyun”seru Chanyeol dengan senyum khas darinya.

“Hwang Min Hyun Imnida”ujarku dengan sopan.

“Byun Baek hyun Imnida”sapa namja itu dengan senyum darinya.

“Park Soo Hee imnida”

Aku sedikit terkesima dengan yeoja didepanku ini, ia terlihat sama dengan seorang gadis yang pernah kutemui namun aku lupa dimana.

“baiklah, Soo Hee, kau boleh menjelaskan semuanya dengan anak ini”tawa Chanyeol sambil menepuk-nepuk bahuku, aku tersenyum pelan.

Gadis itu terlihat ragu, namun ahirnya ia menceritakan semuanya. Bahwa ia mempunyai seorang kembaran bernama Soo Ra. Tunggu, aku kenal nama itu.

“maaf, siapa namanya tadi?”tanyaku ragu.

“eng.. Soo Ra”jawab gadis itu, sedikit menyeruak kehatiku. Bukankah gadis itu adalah orang yang pernah aku temui di suatu desa dulu?

Aku mengusap kepalaku dengan pelan, benarkah itu? Benarkah Soo Ra yang pernah aku temui adalah Soo Ra yang diceritakan oleh Soo Hee? Bahkan wajah mereka sangat persis.

“bisakah aku menemui kembaranmu itu?”

“tentu saja, tapi kau hanya bisa menemuinya di rumah sakit jiwa”sahut Soo Hee pelan.

“tunggu, apa?”

“kembaranku itu telah tekena gangguan jiwa..”

Kalimat itu cukup membuatku merasa ada sesuatu yang memukul jiwa ini.

To Be Continued ..

:3 thanks udah baca ^^ mohon jangan memplagiatin maupun mengcopy cerita ini tanpa seizin saya🙂