Title : Help Me

Author : Pie Cherry

Main Cast :

  • Hwang Min Hyun (Nu’est)
  • You as Park Soo He (OC)
  • Park Soo Ra (OC)

Another Cast :

  • Park Chan Yeol (EXO-K)
  • Byun Baek Hyun (EXO-K)

Genre : Horror, Mystery, Hurt

Rating : PG-14

Length : Two Shoot

N/A : ini cerita selanjutnya :D semoga kalian suka dengan banyak bahasa Typo didalamnya, tapi ketahuilah ini cerita original dari saya^^

cerita sebelumnya :: >>baca cerita sebelumnya<<

**Min Hyun POV**

Kutatap gadis didepanku, dialah duplikat asli dari Soo Hee, Soo Ra. Kembaran yang pertama kali kukenal dari Soo Hee. Tak kusangka, gadis ini sangat berubah drastis dari yang dulu ia kenal, seolah air mata ini ingin jatuh begitu saja tapi tertahankan.

“Soo Ra, aku kembali”sapa Soo Hee lembut, Soo Ra sibuk menatap keluar jendela tanpa menghiraukan gadis dibelakangnya. “aku membawa Baekhyun, Chanyeol dan Min hyun ssi hari ini” tawa gadis itu, tawa kepedihan.

“aku tak perlu kalian”kata singkat itu terlontar dari ucapan Soo Ra, mata coklatnya menembus kearah mereka masing-masing.

Aku hanya bisa diam dan bergetar. Tiba-tiba Soo Ra menatapku dengan aneh, ia sedikit terkejut namun seolah takut dan terharu. Kutatap wajahnya lekat-lekat, akankah yeoja itu masih mengenalku?

**flashback**

Aku berdiri segera berpamitan dengan warga disana, sambil menyunggingkan senyum dariku. Baru saja aku menyelesaikan sebuah kasus bunuh diri dari warga di desa ini, untunglah aku dapat menyelesaikan kasus itu. Tiba-tiba seorang gadis berambut hitam kecoklatan itu menabrak bahuku, entah kenapa gadis itu terjatuh hanya karena menabrak bahuku. Ia meringgis pelan.

   “ah.. mianhaeyo!”ujarku cepat.

Gadis itu tersenyum pelan, ia segera berdiri sambil menepuk-nepuk pantatnya.

  “n..ne , Gwechana.. lagipula, aku yang salah”

Aku hanya diam, bingung harus bilang apa lagi. Awalnya gadis itu hanya sibuk pada dirinya sendiri, akan tetapi tiba-tiba matanya yang coklat itu menatapku dengan kagum.

  “ah..bukankah kau detektif yang tadi?”

Aku hanya bisa diam dan mengangguk pelan. Gadis itu tampak senang dan gembira “daebak! Aku kagum dengan kemampuan detektifmu!!”teriaknya girang sambil mengulurkan tangannya padaku, aku sedikit merasa jengkel dengan gadis yang seperti ini. Ia menunggu lama agar aku bisa membalas salamnya, karena merasa bosan aku segera mengulurkan tanganku dan menjabat tangannya.

  “namamu siapa?”ujar gadis itu senang.

  “…” aku hanya diam, ragu untuk memberitahukan namaku, sebelum gadis itu marah lebih baik aku segera pergi dan berlalu darinya.

  “yaa!! Jammkan! (tunggu)” ujar gadis itu cepat, gadis ini tidak menggunakan bahasa formal kepada orang yang baru dikenalnya, dasar aneh. Aku membalikkan badanku dan tersenyum memaksa.

  “ne..mianhaeyo..Min Hyun Imnida”ujarku dan segera pergi.

  “Soo Ra Imnida” ujar gadis itu sambil menarik pergelangan tanganku, sontak aku terkejut.

  “kau sungguh daebak Min Hyun ssi! Mianhaeyo..”bisik gadis itu dengan senyuman darinya, ia pun segera pergi meninggalkan aku berdiri disini.

 

**flashback end**

 

Ketika kutatap wajah Soo Ra dengan perasaan iba, Tiba-tiba seorang namja tua berlalu menghalangiku. “jangan, atau kau akan ditimpa olehnya”seru lelaki itu, aku sedikit heran namun ahirnya aku menghindar dengan enggan.

“nak Soo Hee? Siapa mereka?” tanya lelaki itu, ia seolah takut dan kesal.

“mianhaeyo, mereka teman-temanku”ujar Soo Hee sambil membungkuk. Lelaki itu berdecak kesal kemudian berkata “yasudah, aku harap mereka tidak melakukan hal yang aneh dengan Soo Ra” ia pun berlalu dan menghempas pintu ruangan.

“siapa lelaki menyebalkan itu?”tanya Baekhyun.

“dia dokter Jung Seok, dokter yang menanggani Soo Ra, tapi sejujurnya dia orang yang baik.hanya dia dokter yang mau menanggani Soo Ra”ujar Soo Hee pelan.

Aku diam menatap wajah Soo Ra, gadis itu menatap kosong pintu yang baru saja dihempas oleh sang dokter itu, pandangan gadis itu seolah penuh dengan perasaan sedih seolah mengalami trauma yang berat. Tiba-tiba air mata gadis itu berjatuhan, ia menangis dengan kencang. Soo Hee dengan gugupnya segera memeluk gadis yang terlihat ketakutan itu, “ada apa Soo Ra??”tanya Soo Hee cemas. “takut..takut..takut!” teriak gadis itu sambil meremas-remas baju yang ia kenakan. Kami semua memandang gadis itu dengan bingung.

Apa mungkinkah…

**Author POV**

Beberapa jam kemudian..

Min Hyun segera membungkuk dan membiarkan Soo Hee pulang diantar oleh Baekhyun, Chanyeol melambaikan tangan kanannya dan tangan kirinya terbungkus oleh saku celananya.

“apa kau sudah mendapatkan petunjuknya?”tanya Chanyeol serius, ia menggosok pelan tangannya tanda ia kedinginan malam ini.

“emm..menurutku, belum”sahut Min Hyun. Chanyeol menatap jam tangannya.

“masih jam 8 lewat..aku lapar sekali, kau mau makan bersamaku?”ajak lelaki itu, Min Hyun menggeleng pelan ia kemudian meronggoh sesuatu dari saku mantelnya, sebuah kunci mobil.

“tidak Hyung, terimakasih. Hari ini aku ada urusan lagi”ujar Min Hyun sambil tersenyum pelan, Chanyeol mengangguk mengerti.

“baiklah, aku pergi dulu..”kata Chanyeol sambil ikutan meronggoh kunci mobilnya, dan segera masuk kedalam mobil berwarna silver didepannya. “sampai jumpa nanti”kata Min Hyun sambil membungkuk, dan ahirnya mobil silver itu melesat pergi.

Min Hyun terdiam disisinya, kunci mobilnya yang semula berada ditangannya ia kembalikan lagi kedalam sakunya. Ia memandang gedung rumah sakit pencakar langit itu, mungkin ini adalah misteri yang harus ia pecahkan sebelum ada seseorang yang merubahnya. Ia segera melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah sakit dan mengurungkan niatnya untuk pulang.

__

Min Hyun berjalan pelan diantara ruangan rumah sakit yang terlihat suram dan menyedihkan. Iapun berhenti melangkah ketika mendengar suatu langkah kaki yang bukan miliknya terdengar. Namja itu segera berbalik ke dinding dan berdiri tegap disana, ia melihat sosok Jung Seok berjalan dengan langkah terburu-buru. Setelah memastikan bahwa lelaki tadi telah hilang, Min Hyun kembali melanjutkan langkahnya yang terasa pelan baginya, ia pun segera melanjutkannya dengan tergesa-gesa.

Sampailah ia disebuah ruangan yang menurutnya sangat luas, ia membuka pintu yang tidak terkunci itu. Dilihatnya sesosok gadis yang terduduk sambil bernyanyi dihamparan cahaya rembulan, Indah namun berbeda. Gadis itu membalikkan badannya setelah menyadari bahwa ada seseorang yang dari tadi telah hadir diruangan ini, awalnya Min Hyun berpikir gadis itu akan berteriak, akan tetapi gadis itu hanya diam, tersenyum dan kembali bernyanyi.

“kau datang..”

Min Hyun tercekat, apakah ia baru saja bermimpi?

“So..Soo Ra?”tanya Min Hyun ia terduduk disamping gadis itu, menatap gadis itu kemudian menatap rembulan yang terlihat jelas melalui jendela.

“ne, ini aku”

Min Hyun menatap Soo Ra, kemudian mengenggam tangan gadis itu erat-erat.

“pergilah..”ujar Soo Ra sambil menatap lurus keluar jendela tanpa menatap seseorang disampingnya.

“waeyo?”tanya Min Hyun pelan.

Soo Ra tertunduk, air matanya berjatuhan dipipinya, sangat perih. “sebelum rembulan ini hilang, seblum kesadaran ini memudar..sebelum lelaki itu kembali mengancamku”

“a-apa maksudmu?”tanya Min Hyun cepat, mendengar kata ‘lelaki itu’ namja itu segera naik darah.

“kau takkan mengerti,”Soo Ra terdiam.

“lebih baik begini”ujar Soo Ra sambil mengusap air mata dipipinya, rambutnya yang acak-acakan seolah kembali rapi.

Min Hyun segera memeluk erat tubuh kurus nan lemah itu, begitu menyakitkan bahkan membuat lelaki itu hampir menangis, tapi pada kenyataannya Soo Ra lah yang menangis.

“tolong aku..”ujar Soo Ra dalam tangisannya.

Tiba-tiba suara langkah kaki dari kejauhan terdengar, Soo Ra segera melepas pelukan Min Hyun dengan wajah ketakutan.

“bersembunyilah! Ce-cepat!”ujar Soo Ra sambil mendorong Min Hyun, Min Hyun dengan sedikit kaget segera berlari bersembunyi dalam lemari tua di ruangan itu. Pintu segera terbuka dengan kasarnya, terdapatlah sosok Jung Seok yang menganggetkan. Tampang lelaki itu sangat awut-awutan dan sangar.

“kau menangis?”tanya Jung Seok pelan, pelan nan dingin. Namja itu mendekati Soo Ra secara perlahan.

Soo Ra segera mundur dalam keadaan duduk, ia seolah menghindar Jung Seok mendekatinya. Gadis itu terlihat, takut..

“ooh.. kau sudah mulai sadar ya?!”ujar Jung Seok dengan nada yang tinggi, dan segera berlutut didepan Soo Ra yang penuh dengan wajah pucat ketakutan.

“kau mau adukan aku pada mereka?!!!Kembaranmu itu???”bentak lelaki itu kasar sambil menarik rambut Soo Ra dengan paksa hingga gadis itu terangkat dari duduknya, lantas gadis itu berteriak kesakitan.

“dengar..jika kau melakukannya, kembaranmu akan kubunuh..!”ancam Jung Seok dengan senyum angkuh dibibirnya.Ia pun melepas rambut Soo Ra dengan kasar, lalu mengambil sesuatu berupa suntikan dari sakunya dan menyuntikkan cairan aneh itu secara paksa kepada Soo Ra, Soo Ra meronta-ronta dengan sakitnya, Jung Seok pun pergi. Sempat ia merasa ada seseorang yang sebenarnya lebih dulu hadir darinya, tapi ia mengabaikannya dan segera pergi dari ruangan itu. Soo Ra terduduk lemas dan menangis dalam kebisuan. Min Hyun ternganga dan mengepalkan tangannya dengan erat. Ia segera menghampiri sosok Soo Ra dan mengenggam tangan dingin itu, mata Soo Ra sudah mulai menjadi coklat kemerahan.

“kau tidak apa-apa?”tanya Min Hyun pelan. Soo Ra hanya menggigil dan terdiam membisu, kesadaran gadis itu sudah mulai perlahan hilang. Min Hyun berdecak dan segera meraih teleponnya untuk menelepon Chanyeol.

“yoboseyo?”tanya Chanyeol dari ujung sana.

Hyung! Aku sedang dirumah sakit.. lebih baik kau sege-“

Brak!

tiba-tiba pintu itu terbuka dengan kencang.

Jung Seok tersenyum perlahan melihat keduanya, Min Hyun terdiam dan segera mengenggam tangan Soora. Dokter itu perlahan maju sedangkan Min Hyun mencoba mundur bersama Soora.

“ternyata kau..”ujar Jung Seok perlahan, wajah mengerikan darinya membuat keduanya bergidik ngeri.

“Yoboseyo? Min Hyun-ah?? Yoboseyo? Ada apa?”tanya Chanyeol cepat, Jung Seok mendengar suara dari telepon tersebut, ia segera mengeluarkan sebilah pisau dari kantong jas putihnya. Sambil mengancungkan pisau dan tertawa lepas, ia mendekati keduanya dan segera memukul tangan Min Hyun hingga ponsel itu terjatuh dari tangannya. Jung Seok segera memutuskan sambungan telepon dari Chanyeol.

“seharusnya kubunuh gadis ini dari tadi, ternyata kau juga ingin seperti bocah ini ya?”ujar lelaki berumur 40 tahunan itu. Soora menambah erat genggaman tangannya dari Min Hyun, berharap mereka takkan terpisahkan. Jung Seok segera berlari menuju mereka dan menarik tangan Min Hyun dan meninju pipi lelaki itu dengan kuat, lantas Min Hyun terjatuh dan menabrak dinding ruangan . Jung Seok segera mencoba menusuk pisau itu tepat diatas kepala Min Hyun, Soora segera menarik Jung Seok dengan sekuat tenaganya sebelum Min Hyun terkena tusukan pisau yang tajam itu. Soora menabrak dinding dengan keras akibat kejadian tadi. Jung Seok terlihat marah, ia segera mencoba mencekik leher gadis itu.

‘brak’

Chanyeol, Baekhyun, dan juga Soo hee terkejut menyaksikan keadaan saat itu, Soo hee memekik. Chanyeol dan Baekhyun segera menarik Jung Seok dari Soora yang sudah hampir kehilangan nafasnya, Soohee segera memeluk saudara kembarnya itu dengan tangisannya, ia gagal dalam menjaga saudaranya itu.

Min Hyun segera bangkit sambil menyentuh pipinya yang berdarah, ia segera menghampiri Soora dan tertunduk lemas.

“Lepaskan!!”teriak Jung Seok, matanya membesar dan hampir membuat Soora menangis dan merasakan trauma yang pernah dialaminya.

“apa yang kau lakukan dengan mereka?!”bentak Baekhyun, Jung Seok tertawa kecil.

“jika soohee tidak menghiraukan kembarannya sudah pasti anak itu sudah kubunuh”ujar Jung Seok dengan mata terbelalak seram.

Mereka terdiam, hanya terdengar suara tawa milik Jung Seok.

“jika tidak ada keluarga memuakkan seperti kalian, sudah pasti aku akan hidup bahagia!!!”teriak Jung Seok, ia mencoba untuk melepaskan tangannya dari Baekhyun dan Chanyeol tetapi tidak bisa.

“apa maksudmu?”tanya Soo hee dengan nada lemah.

“andai saja..”

Flashback~

  “hei jung seok! Bagaimana kabarmu?”tanya Park dong hyun pada sahabat karibnya itu, Jung Seok tersenyum “baik..”ujarnya singkat.

  “kau masih belum kedatangan pasien? Maaf..”tanya Dong Hyun iba, ia menepuk pundak sahabatnya itu dengan semangat.

 Jung Seok hanya diam, begitu menyakit baginya untuk menjawab pertanyaan itu. Ia iri, sangat iri pada sahabatnya yang sesama dokter spesialis penyakit jiwa itu. Dong Hyun selalu penuh dengan pasien dan pelanggan, sedangkan dirinya hanya sedikit yang mau berkonsultasi padanya.

  “mainlah kerumahku jika kau ingin”

Jung Seok hanya mengangguk, dan mencibir dalam hatinya, rasa yang memuakkan baginya. Mempunyai teman seperti Dong Hyun bukanlah impiannya, ia tidak suka berteman dengan orang yang terlalu baik bahkan membuat ia sendiri iri pada orang tersebut.

   “menjijikkan..”ujar Jung Seok dalam hati.

====Jung Seok POV

 Aku benci dengan lelaki yang sekarang duduk tenang bersama istrinya yang cantik itu, itu mantan pacarku. Menurutku Dong Hyun hanya merebut segala yang kupunya, bahkan Hye ah sekarang menjadi istrinya. Seorang anak perempuan berjalan melewati kami, Dong Hyun menjelaskan bahwa itu adalah anak mereka, aku tahu gadis itu membenciku, karena mungkin ia dapat membaca pikiranku.

  =====

Istri Dong Hyun meninggal, aku tertunduk sedih. Aku masih menyayangi gadis itu, aku berharap Dong Hyun menjaganya dengan baik. Tapi kenapa ia biarkan istrinya terkena penyakit mematikan itu? Dimana hati lelaki busuk itu?

    “kenapa kau biarkan istrimu terkena penyakit itu?!”bentakku pada lelaki memuakkan itu.

Dong Hyun menunduk sedih, dan aku tahu itu hanya membual dalam tangisan buayanya.

   “sungguh Jung Seok..aku sudah berusaha keras, tapi.. semuanya terlambat”

  “takkah kau tau betapa aku berharap kau menjaganya dengan baik-baik?takkah kau tahu betapa aku masih menyayanginya?”ujarku sambil berteriak, Dong Hyun terkisap.

  “kau..??”

  “ya.. dan betapa kecewanya aku kau sia-siakann umurnya yang sangat berharga bagiku!”

Dong Hyun hanya bergeming, rasa amarahku semakin menjadi-jadi, pikiranku terasa tidak sehat lagi. Kutatap sebuah gunting besar dimeja kerjaku, kutatap wajah Donghyun dan segera berjalan menuju lelaki itu sambil membawa gunting tadi. Seolah mengetahui gerak-gerikku Dong hyun terkejut.

  “apa yang akan kau lakukan?”tanya Dong Hyun gugup.

  “mengantarmu pada istrimu”

Aku segera menusukkan pisau itu tepat diperutnya, mungkin ada sekitar 10 kali tusukan pada lelaki busuk itu, darah bercucuran dan menyebur kewajahku. Dan Dong Hyun mati seketika.

  Kulihat diluar pintu, anak Dong Hyun menatapku dengan takut, amat takut. Sepertinya ia mengetahui apa yang aku lakukan tadi, aku melihat sebuah air mata berjatuhan dipipi gadis itu. Aku segera mengambil sebuah suntikan berisi obat penenang yang bisa membuat orang kehabisan jiwa kewarasannyanya (?) dan bisa dikatakan menjadi gila setiap saat. Kutatap wajah gadis itu dengan senyuman, ia mundur dan aku segera menariknya dan menyuntikkan obat itu padanya.

 Hingga sekarang, Soora menjadi gila akibat obat itu.

 

Flashback end>>

 

Soo Hee menangis perih, ia mendengarkan cerita dari Jung Seok yang menyakitkan. Ternyata ayahnya mati terbunuh dan Soora harus menjadi tidak waras akibat lelaki itu.

Jung Seok merasa muak melihat wajah Soohee yang sangat mirip dengan wajah ayahnya, ia segera melawan dan membiarkan Baekhyun dan Chanyeol terjatuh dan melepaskannya.

Jung Seok segera mengeluarkan pisau dari sakunya dan mencoba menusuk pisau itu pada SooHee yang tepat didepannya, Min Hyun mencoba menahan akan tetapiJung Seok sangat kuat hingga sebuah pisau menancap tepat disebuah perut seorang gadis yaitu..

Soora.

Jung Seok terbelalak kaget, Soora menggantikan Soohee dari maut tersebut, Soohee terkejut saat melihat Soora berani melindunginya. Darah itu bercucuran dari perut milik Soora, pisau itu masih tertancap dalam diperutnya. Min Hyun segera meninju Jung Seok dengan amarahnya yang sangat kuat bahkan ia juga ingin membunuh lelaki didepannya itu.

Soora menangis kesakitan, sedangkan Soohee menangis memeluknya.

“Soora..kumohon jangan pergi..!”pekik Soohee dengan tangisan menyakitkan darinya.

Soora tersenyum pelan, mencoba bisa menaikkan ujung bibirnya hanya untuk kembarannya itu.

“bertahanlah..kumohon bertahanlah!”seru Soohee histeris dan menyakitkan. Chanyeol mencoba menahan Min Hyun yang sedang meninju bahkan menendang Jung Seok yang tadi menusukkan pisau pada Soora. Baekhyun menatap wajahh Soora dengan pilu, ia tahu betapa menyakitkan hidup gadis ini.

“Min Hyun..”panggil Soora dalam nafas yang masih tersisa.

Min Hyun tersadar dari amarahnya, ia menatap wajah Soora dengan kosong, ia berlari kearah gadis itu. Tak terduga air mata berjatuhan dipipi Min Hyun, lelaki itu menangis hanya dengan wanita yang pertama kali ia lihat, dan ia tak percaya bisa menyukai wanita itu dengan sekejap saja, dan entah mengapa ketika mereka dipertemukan, mereka malah harus berpisah dengan cara seperti ini.

“jangan pergi..”ujar Min Hyun sambil mengenggam tangan lemah itu, Soora menggeleng.

Air mata gadis itu terus bercucuran, tapi senyuman masih terlihat dibibirnya.

“Soohee..maafkan aku untuk selama ini”Ujar Soora sambil terbatuk-batuk, darahnya seolah tak tersisa lagi. Mendengar ucapan itu Soohee menangis perih.

“Min Hyun..”panggil Soora.

Min Hyun masih mengenggam tangan nan lemah itu, berharap tangan itu tak pernah lepas darinya.

“saranghaeyo..”

Tangan dingin itu melemah dan terlepas dari tangan Min hyun.

Dan mata gadis itu tertutup untuk selamanya.

++

Misteri ini telah terpecahkan, walau memberikan kenangan pahit bagi mereka terutama Soohee dan Min Hyun. Gadis itu telah pergi, dan senyumannya waktu itu masih membekas bagi mereka. Kini anak kembar Park Dong Hyun hanya 1 yang tersisa, dan hanya Soohee lah yang masih hidup dari maut yang mencari keluarga mereka. Jung Seok yang keparat itu telah masuk kedalam kurungan penjara, dan misteri ini berahir menyakitkan.

Min Hyun terdiam disisinya, menatap indah langit malam saat ini.

“andaikan aku bisa mengetahui penyebabnya lebih awal..”ujar lelaki itu pelan. Yah, semua sudah terlambat, kau hanya bisa menyerah dan terus melanjutkan kelanjutannya. Percuma menangis bagi Min Hyun saat ini. Karena menangis hanya membuat perih itu kembali hadir.

“Soora..”

Mungkin ini aneh bagi semua orang yang mendengar, ketika kalian mendengar suatu kisah dimana seorang lelaki bisa menyukai seorang gadis pada pandangan pertama, dan ahirnya ketika mereka mencoba bersatu, salah satu dari mereka kemudian pergi tanpa ada satupun yang mengetahuinya. Inilah kematian, kita takkan tahu kapan akan tiba. Tunggulah saat waktumu tiba, terimalah apa adanya karena itu sudah menjadi takdirmu dari kau lahir hingga sekarang dan seterusnya.

“Soora..Saranghamnida..”

The End

maaf kalo rada typo >,< dibikinnya cepet-cepet sebelum tengat waktu (?) heheh,  ditunggu komentarnya ^^