[ff] my flower girl.piechie

 

My Flower Girl

Author : Pie Cherry

Main Cast :

-Park Chanyeol

-Park Soora as you

Genre : Romance

Rating : PG-13

Length : Drabble

N/A :  Thanks for Milky Tralala atas covernya, and thanks for you all~sorry for my bad.

oOo-Happy Reading-oOo

Park Chanyeol  14 tahun.

Chanyeol  menatap tajam sesosok gadis didepannya, gadis yang cantik, tinggi, dan mempunyai senyum yang menawan, tapi lelaki itu tidak menyukainya.

“kumohon.. terimalah aku sebagai kekasihmu”

Chanyeol mendengus, ia segera berdiri dari kursinya.

“maaf, aku tidak tertarik untuk berpacaran”

Gadis itu terlihat muak dengan Chanyeol saat itu, sudahlah ia biarkan kepercayaan dirinya untuk menyatakan cinta pada lelaki itu, dan hanya dijawab ketus. Chanyeol segera pergi dan membiarkan gadis itu berlalu.

“Chanyeol Babo!” teriak gadis itu dengan geramnya “kenapa kau tak mau menerimaku?! Kau tak tau aku ini paling can..”

“sudah kubilang aku tidak tertarik untuk berpacaran!” Chanyeol berteriak pelan.

Gadis itu terdiam, sedikit bergetar dan matanya sedikit berair, membiarkan lelaki itu pergi meninggalkannya . Yah tidak ada satupun gadis yang bisa meluluhkan lelaki itu, lelaki itu terlihat dingin, dan tak pernah merasakan apa itu berpacaran, karena baginya ‘belajar’ lebih penting dari ‘berpacaran’.

~OoOoOoO~

   “Chanyeol-ah..”

“nde?”

“tolong belikan ibu apel..”

“untuk apa bu?”

“untuk menjenguk tante kamu yang dirumah sakit”

Chanyeol meletakkan penanya dengan pelan, dan mengangguk pelan.

“baiklah..”

Bagi Chanyeol ‘hidup’ itu simple, asalkan mengikuti apa kata orangtua selama itu dia akan bahagia.

Hampir semua gadis memandangi sosok tinggi itu, namun Chanyeol hanya terus berjalan dengan santainya, tak peduli berapa banyak gadis menyukainya.

Setelah membeli beberapa buah apel, lelaki itu segera pulang menuju rumahnya. Ia hanya berjalan dengan santai namun seorang gadis tiba-tiba menabraknya.

Apel dan juga bunga berhamburan dimana-mana. Chanyeol hanya terdiam, dia sedikit kaget begitu pula dengan gadis di depannya. Gadis itu dengan segera memungut apel-apel yang telah terjatuh sambil bergumam tidak jelas, sedangkan Chanyeol masih membisu, bingung harus melakukan apa dan ia kemudian segera berpikir bahwa dia juga harus membantu gadis itu.

Mereka sibuk memunguti apel dan juga bunga, dan gadis itu segera menyodorkan sebuah apel yang tersisa sedangkan Chanyeol segera menyodorkan setangkai bunga yang tersisa.

Mereka saling pandang karena melakukan hal yang sama, detik itu juga gadis itu tertawa pelan. Entah kenapa sosok Chanyeol yang paling jarang atau mungkin tidak pernah tertawa di depan gadis-gadis itu, dan sekarang ia ikut tertawa dengan pelan.

“mianhaeyo..”ujar Soora dengan pelan, gadis yang menabrak dan juga gadis pertama yang tertawa bersama Chanyeol. Lelaki itu hanya mengangguk, seketika itu juga wajahnya memerah layaknya apel yang ia pegang. Gadis itu segera bangkit, dan memberi tangan kanannya pada chanyeol.

Ke..kenapa ini? Kenapa? Chanyeol bertanya-tanya didalam hatinya, kenapa ia segugup itu dengan seorang gadis yang ia temui. Karena Chanyeol hanya diam membisu, gadis itu terlihat bosan dan segera menarik lelaki itu dengan tangannya, sungguh gadis yang kuat.

“kau..”

“mwo?” gadis itu bertanya dengan cepat.

“kau bisa menarikku sekuat itu?”

Gadis itu tertawa, dan menepuk punggung Chanyeol dengan kuat. Sebenarnya lelaki itu menahan sakit di punggungnya akibat gadis itu.

“kau itu bisa saja..aku tidak sekuat itu”

Chanyeol hanya diam.

“ah.. aku harus pergi! Siapa namamu?”

Chanyeol hanya diam, terlalu malas baginya untuk mengatakan namanya.

“yasudah jika kau tidak mau..” gadis itu hanya tersenyum, kemudian melambaikan tangannya layaknya ia sudah lama mengenal lelaki itu. Semakin lama sosok gadis itu semakin jauh, dan tiba-tiba ketika Chanyeol segera berjalan untuk pulang gadis itu berteriak.

“Hei!”

Chanyeol membalikkan tubuhnya.

“kau harus memberitahuku tentang namamu!”

“ta..tapi”

“harus!” gadis itu berteriak sambil tersenyum pelan kemudian berlalu.

oOoOo

  “Eomma.. aku pergi”

“kemana Chanyeol-ah?”

“aah.. itu..aku mau..membeli..apel?”

“mm.. nde, baiklah..” wanita paruh baya itu sedikit bingung melihat anaknya yang berbeda dari yang biasanya.

Chanyeol kembali berjalan seperti biasanya, santai dan kembali menjadi sorot perhatian. Diumurnya yang masih 14 tahun itu, entah kenapa sangat memukau.

Sebenarnya, lelaki itu sedikit bimbang. Apakah gadis itu hanya bercanda atau serius, apakah gadis itu benar-benar ingin mengetahui namanya? Detak jantung yang tak beraturan tadi.. kenapa bisa terjadi?, Chanyeol masih belum bisa mencerna maksud dari pertanyaan tadi.

Chanyeol berhenti disebuah toko bunga, memandang bunga-bunga yang indah itu dengan pelan. Ia merasa menjadi bodoh saat ini, hanya karena gadis itu berkata seperti itu dia harus rela pergi mencari gadis itu walaupun ia tak tahu dimana.

“ahh..!” seseorang berteriak, dan mengejutkan Chanyeol.

“kau..!” Soora berteriak kemudian tersenyum hangat. “bunga apa yang mau kau beli?”

Chanyeol hanya diam, bingung harus menjawab apa dan gugup entah mengapa.

“ini toko milik orangtuaku,pilihlah bunga apa yang kau suka”

Chanyeol hanya mengangguk, kemudian mencari-cari bunga yang ia suka, mungkin?

Sebuah mawar berwarna ungu dan Anyelir putih telah lelaki itu pilih, entah mengapa ia tertarik kepada 2 bunga yang berbeda itu.

“kau suka bunga itu?” gadis itu tersenyum manis, rambutnya yang sebahu itu terhembus.

Chanyeol kembali mengangguk.

“ah iya..aku belum tahu namamu”

“mwo?”

“ya. Namamu..”

“ngg.. namaku.. Park Chanyeol”

“namaku Park Soora.. salam kenal Chanyeol-ssi!”

“aa..aa.. nde”

Soora tersenyum lagi, entah berapa kali ia menampakkan senyum indah itu.

“aa.. mungkin aku, aku harus pulang..”

“ha? Secepat itu? Padahal kita baru berkenalan”

“mm,  nde.. kapan-kapan kita bertemu lagi”

“ya! Kapan-kapan!” Soora tertawa pelan, kemudian segera menyerahkan bunga itu pada Chanyeol. “ingat, kau harus merawatnya!”

“nde..” Chanyeol segera berlalu, tanpa ia sadari bahwa gadis itu terus melambaikan tangannya pada dirinya.

Semakin lama, Chanyeol semakin sering datang ke toko bunga itu. Baginya Soora adalahh sahabat sekaligus sesuatu yang berbeda dimatanya, mereka semakin dekat, semakin mengerti, dan semakin merasakan perasaan yang berbeda, seperti itu terus seperti itu.

OoOoO

Chanyeol 15 tahun. Hari ini tanggal 27 November .

“tak terasa besok ulangtahunmu Chanyeol-ah”

“nde..” seperti biasa lelaki itu menjawab dengan spontan.

“ayolah.. kau harus bersenang-senang!”

“bagaimana aku bisa bersenang-senang jika hari ini kau akan pindah keluar negeri?”

Soora terdiam, ia hanya tersenyum hambar. “kan aku bisa bertemu denganmu lagi..”

“kapan?” Chanyeol segera menyela. Soora menghembuskan nafas beratnya.

“suatu saat nanti..”

“tahun depan, kau harus datang ke sini dan merayakan  ulang tahunku yang ke 16”

“mwo? Tahun depan?!” Soora terkejut, ia merasa kurang yakin.

“nde! Tahun depan, kau harus menepatinya! Bagaimana jika suatu saat nanti kau lupa ulang tahunku?”

Soora terdiam sambil memetik beberapa bunga, dan memberikannya pada Chanyeol.

“bunga apa ini?”

“itu bunga Anyelir merah dan bunga Daisy putih”

“aku masih mempunyai bunga mawar dan juga mempunyai bunga yang seperti ini” ujar Chanyeol sambil menunjuk bunga Anyelir merah itu.

“ya, tapi kan kau belum mempunyai bunga Anyelir berwarna merah..”

“kenapa harus berbeda warna? Bukankah lebih bagus jika kau memberikanku warna yang sama”

“babo.. kau mau tahu apa arti semua bunga yang kukasih kepadamu?”

“mwo? Artinya?”

“nde.. sebenarnya arti dari bunga-bunga itu..”

Seorang wanita paruh baya memanggil gadis itu, tak lain adalah ibunya. Ternyata, mereka akan segera pergi.

“ah.. Chanyeol, aku harus pergi..” suara gadis itu terlihat melemah.

“secepat itu?”

Soora hanya diam membisu, kemudian menyerahkan bunga itu pada Chanyeol.

“jaga dirimu baik-baik..” ujar Soora sambil melambaikan tangannya dan segera memasuki mobil.

Chanyeol hanya diam, menatap kosong mobil yang berjalan menjauh itu. Seketika itu juga ia berdiri dan berteriak.

“Soora!!!!! Tepati  janjimu!”

Soora hanya tersenyum walau matanya sudah terlihat berair, ia melambaikan tangannya dengan kencang dan tertawa dengan terharu.

OoOoO

Chanyeol 16 tahun. 27 November.

Lelaki itu berdiri tepat didepan sebuah toko yang telah tutup sejak setahun yang lalu, sebuah toko bunga. Ia masih mengingat janji yang ia buat bersama Soora.

“tahun depan, kau harus datang ke sini dan merayakan  ulang tahunku yang ke 16”

Tak mudah menunggu selama satu tahun itu, sudah banyak yang berubah dengan dirinya. Baik secara fisik, namun sikapnya masih yang seperti dulu. Jika ia pikir-pikir, dulu sikapnya sangat dingin kepada gadis-gadis, tak peduli seperti apa gadis itu, dan tak pernah mau menerima siapapun menjadi kekasihnya. Setelah ia bertemu dengan Soora, ia terus merasakan hal aneh, jantungnya terus menerus berdetak dengan cepat, dan ia selalu merasa ingin terus bertemu dengan gadis itu, jujur Chanyeol belum pernah merasakan itu sedikitpun.

Apa itukah yang namanya cinta pertama?

Chanyeol menggeleng pelan, ia masih berpikir itu bukan ‘cinta’ , mereka hanya ‘berteman’ atau mungkin sudah menjadi ‘sahabat’.

Bersahabat dengan lawan jenis, bukankah bisa..

Chanyeol menggeleng pelan, ia kemudian melihat jam tangannya. Sudah beberapa jam ia menunggu disini, dan ia tak merasa lelah sedikitpun. Tak terasa langit sudah muali gelap, Chanyeol masih menunggu, berharap gadis itu datang.

Jam 9 malam.

Chanyeol menatap sedih jam tangannya, ia merasa sedih telah menghabiskan hari ulang tahunnya untuk menunggu gadis itu, dan pada kenyataanya gadis itu tidak hadir. Air mata jatuh dari pelupuk matanya, Chanyeol sungguh merasa..merasa..kesepian.

OoOoO

4 tahun kemudian.. Chanyeol 19 tahun, 26 November.

“Chanyeol, mau kemana kau?” Tanya seorang lelaki, teman Chanyeol.

“aku hanya mau berjalan-jalan..”

“tidakkah itu menuju ke toko bunga? Untuk apa kau kesana?”

Chanyeol tersenyum hambar, ia tetap berjalan walau ia tak tahu apa ada suatu keajaiban. Toko bunga itu tidak lagi dimiliki oleh keluarga Soora, tapi masih ada yang mau berjualan bunga di toko itu. Chanyeol memandang bunga itu dengan muram, jantungnya kembali berdetak kencang.

“ada yang mau anda beli tuan?”

Chanyeol terkejut, kemudian mengangguk.

“bunga apa yang ingin anda beli?”

“nde, tolong ambilkan bunga anyelir putih dan merah, bunga daisy putih dan mawar ungu”

Pedagang bunga itu tersenyum, ia segera memberikan sebuket bunga yang berbeda warna.

“tuan memilih bunga yang mempunyai arti yang bagus”

Chanyeol memandang pedagang bunga itu dengan bingung “benarkah?”

“tentu saja..  bunga daisy putih mengandung arti cinta setia,anyelir putih mengandung arti manis dan cantik, anyelir merah mengandung arti ‘aku menginginkanmu’ dan mawar ungu mengandung arti cinta pertama’”

Chanyeol terdiam, ia memandang keempat bunga itu. Ia juga baru ingat bahwa Soora ingin memberitahukan arti bunga itu 5 tahun yang lalu, tapi ia tidak sempat memberitahukannya. Chanyeol tersenyum pelan. Setelah lama terdiam, lelaki itu segera membayar bunga itu dan membawanya pulang. Ia tak henti-hentinya memandang bunga-bunga itu, dan seulas senyum masih tersungging dibibirnya.

Jadi ini sebabnya  mengapa kau memberikanku bunga-bunga ini.

  Tiba-tiba seseorang menabrak lelaki itu, hingga ia terjatuh dan tanpa sengaja menghamburkan bunga-bunga yang tadi ia peggang. Orang yang menabrak lelaki itu terkejut dan segera memungut bunga-bunga itu dengan bergumam tidak jelas. Chanyeol hanya diam, masih merasakan rasa sakit akibat terjatuh tadi. Tiba-tiba orang itu menyodorkan bunga-bunga yang telah ia hamburkan tadi.

“sampai sekarangpun.. kau tidak berubah Chanyeol”

Chanyeol mengangkat dagunya dan menemukan sesosok wanita yang berambut panjang, dengan mata tirusnya yang terlihat serasi dengan bajunya. Bibirnya yang merah itu terlihat sedang tersenyum. Chanyeol masih bertanya-tanya siapakah gadis itu, dan kenapa ia tahu namanya?

“siapa?”

  Gadis itu hanya diam sambil menatap bunga yang sedang dipegangnya, ia tersenyum senang.

“ternyata kau masih membeli bunga ini..”

Chanyeol hanya diam. Masih bingung dengan tingkah laku wanita itu.

“kau benar-benar lupa? Teganya..”

“kau..Soora?”

Gadis itu mengangguk senang, Chanyeol masih ternganga. Soora yang ia kenal tidak seperti ini, tidak berambut panjang dan terlihat masih kekanakan. Gadis itu sungguh terlihat berbeda, dan sampai saat ini ia masih belum percaya.

“aku datang kesini.. untuk menepati janjiku yang terlambat, jadi aku—.”

  Chanyeol segera mendekap gadis itu, tanpa memerdulikan kondisi—ditengah orang-orang banyak—Gadis itu sedikit terkejut karena ia masih dalam keadaan menjongkok dan Chanyeol benar-benar terduduk dijalan, gaya berpelukan yang aneh namun Chanyeol tak peduli. Lelaki itu yakin tak ada yang dapat mengetahui betapa ia sangat merindukan gadis itu, tanpa kabar, dan tak pernah terlihat lagi.

“Soora babo..”

“mm..mwo??! enak saja..”

“ya.. kau itu babo, membiarkan aku menderita hanya untuk menunggumu”

Soora terkisap, dan ia merasakan Chanyeol mempererat pelukannya. Mata gadis itu berkaca-kaca, dan mencoba menahan tangisnya.

“mianhaeyo Chanyeol.. Mianhae..”

Chanyeol hanya diam, dan masih memeluk gadis itu dengan erat. Ia tak peduli berapa banyak orang yang melihat keadaan mereka, ia hanya sangat rindu.. hanya itu.

“begitu banyak hal yang terjadi padaku 5 tahun yang lalu.. mianhae” ujar gadis itu parau.

“nde..Gwechana”—“tapi ada satu lagi..”

“mwo?”

“Saranghaeo..”

Soora tertawa dengan haru, kemudian berbisik pelan.  “kau sudah tahu kan sejak aku memberimu 4 bunga itu, aku sudah mencintaimu sejak itu”

“ya..aku tahu Soora, arti dari bunga yang kau berikan itu sungguh indah”

Mereka pun tertawa bersama.

OoO-The End-OoO