just tears

 

Just Tears

Author : Pie Cherry

Main Cast :

–          Park Chanyeol

–          Byun Baekhyun

–          Park Soora (as you)

Genre : Romance, sad.

Rating :  General

Length : Ficlet

Total Words : 518 Words

N/A : maybe not a perfect story, this is very short story serius, ini pendek banget ceritanya. so Happy Reading~

 OoOoO

Chanyeol telah menduga bahwa Baekhyun akan datang, setelah menelepon lelaki itu untuk datang berziarah dengannya, dan menyebutkan siapa yang Chanyeol sebutkan tadi di telepon, sudah rasanya bagi Baekhyun untuk datang.

Baekhyun datang dengan sebuket bunga ditangannya, matanya hanya menatap lurus sebuah batu megah bertulisan nama seseorang, disekitarnya ditumbuhi bunga-bunga indah. Chanyeol melakukan hal yang sama, matanya terlihat berkaca-kaca dan ia tetap berusaha untuk menahannya. Baekhyun menghela nafas berat yang terdengar menyedihkan, mencoba menahan sesuatu yang menindihnya, sesuatu didalam hatinya. Dua lelaki itu cukup lama terdiam, sibuk dengan urusan masing-masing walaupun mempunyai tujuan yang sama.

Chanyeol kemudian berdiri, dan meletakkan sebuket bunga darinya, ia mengusap setitik air mata dipipinya.

“Soora-ya.. aku membawakan sebuket bunga mawar yang sangat kau sukai, seperti yang kau bilang waktu itu.. kau akan memarahiku jika aku menangis karenamu. Maafkan aku karena sampai saat inipun aku masih menangis karenamu, tapi aku..aku akan mencoba tetap tegar. Tetap seperti yang dulu, yang kau harapkan. Terimakasih atas semua yang telah kau berikan padaku, kasih sayangmu, segalanya-”

Chanyeol berhenti dan ahirnya ia terisak pelan “mianhae Soora.. Mianhae..”

Baekhyun menatap lelaki sedih, perasaannya sama seperti Chanyeol. Ia masih sangat menginginkan gadis itu di dunia ini, tapi apalah daya tuhan berkehendak lain dan Soora juga menginginkan dirinya untuk pergi dari dunia ini.

Baekhyun segera berdiri, dan meletakkan bunga miliknya seperti yang dilakukan Chanyeol sebelumnya, Lelaki itu kemudian membungkuk dengan lama.

“kau terlalu cepat pergi, Soora.Kenapa?kenapa Kau terlalu cepat memilih keputusan.. terlalu cepat. Kau sudah cukup menderita, apa ini yang buat kau ingin pergi dari dunia ini? Kumohon jangan salahkan dirimu..jangan pernah. Semua masalah ini adalah kesalahanku, kenapa aku menempatkan kau dihatiku, kenapa aku bisa membiarkannya? Heh..aku yang merusak hubungan kalian tanpa sepengetahuanku sendiri.. ini semua kesalahanku, kesalahanku.. semuanya-”

Terdengar Baekhyun terisak pelan, namun ia tetap bertahan untuk tetap melanjutkan kalimatnya.

“semuanya terasa berlalu, seiring waktu aku merasa sangat bersalah.. tuhan boleh menghukumku, aku menerimanya. Terimakasih Soora.. Mianhae.”

Baekhyun kemudian berdiri tegap setelah lama membungkuk, ia menatap Chanyeol yang juga menatapnya, mereka hanya diam. Ahirnya Chanyeol membalikkan badannya dan berjalan menjauh, Baekhyun segera memanggil lelaki itu.

“Chanyeol-ya..”

“nde..” Chanyeol segera berbalik dan memberi wajah penuh tanya, dan entah kenapa lelaki itu kembali merasakan Flashback pendek, ketika ia berteman dengan sangat baik kepada Baekhyun dan mempunyai pasangan yang sangat ia sayangi yaitu Soora , ketika ia mengetahui bahwa Sahabatnya juga menyukai Soora, ketika Chanyeol melihat mereka terlihat semakin akrab, ketika ia meninju sahabatnya itu, ketika mereka tak pernah lagi saling bertutur sapa,ketika Soora meninggal dan menurut pihak berwajib gadis itu sengaja membiarkan dirinya tertabrak truk, dan sampai pada Baekhyun pertama kali memanggilnya setelah peristiwa tadi telah terjadi.

“Chanyeol-ya” Baekhyun kembali memanggil.

“aa..n..ndee?”Chanyeol tersadar dari lamunannya.

“Mianhae..Jeongmal Mianhae” ujar Baekhyun sambil membungkuk.

Chanyeol masih terdiam disisa-sisa air matanya yang masih bisa ia bendung.   “kau tidak perlu minta maaf..Baekhyun”

Baekhyun sedikit terkejut dan kembali berdiri tegap.

“tidak semuanya adalah kesalahanmu..jangan salahkan dirimu cukup sampai disini” ujar Chanyeol memberi senyum yang tenang, setenang angin yang berhembus, lelaki itupun segera pergi. Dikejauhan terdengar teriakan dari Baekhyun, teriakan yang parau bercampur haru dari lelaki itu.

“Chanyeol!! Gomawo! Jeongmal Gomawo..” ujar Baekhyun ditengah tangis kecilnya.

 

Tanpa mereka sadari, seseorang yang telah pergi itu pasti sudah sangat merasa tenang dan damai.

-The END-